LAMANINDO.COM, BATAUGA – Memasuki hari ke-10 Ramadan, harga komoditas tomat di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Buton Selatan mengalami kenaikan signifikan seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buton Selatan, La Ganefo, mengungkapkan lonjakan harga hanya terjadi di beberapa wilayah, antara lain Pasar Tradisional Bandar Batauga dan Pasar Lapola Sampolawa. Ia menjelaskan, pada pekan kedua Ramadan harga tomat varietas roma naik menjadi Rp12.000 per kilogram dari sebelumnya Rp10.000 per kilogram.
Sementara itu, tomat ceri berukuran kecil juga mengalami kenaikan dari Rp6.000 menjadi Rp8.000 per kilogram. Meski demikian, harga tomat di Pasar Tradisional Lapandewa masih relatif lebih murah karena Kecamatan Lapandewa merupakan sentra pemasok tomat terbesar di Kabupaten Buton Selatan.
Menurut Ganefo, harga komoditas tersebut berpotensi berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika permintaan pasar. Ia menambahkan, secara umum harga bahan pokok lainnya masih terpantau stabil.
“Untuk harga sembako masih stabil, hanya tomat yang terus naik,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Terkait upaya pengendalian inflasi, Ganefo menyebut pemerintah daerah belum dapat menyelenggarakan gerakan pasar murah karena keterbatasan anggaran. Namun, pihaknya membuka peluang kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk koordinasi dengan Perum Bulog Cabang Kota Baubau, untuk mendukung penyediaan pasar murah.
Di sisi lain, pedagang Pasar Tradisional Buton Selatan, Wa Harni, menilai kenaikan harga tomat dipengaruhi perbedaan sumber pasokan. Menurutnya, pedagang yang mengambil tomat langsung dari Lapandewa dapat menjual dengan harga lebih murah, sedangkan sebagian pedagang lainnya membeli dari pemasok di Pasar Wameo sehingga harga jual meningkat.
“Kalau ambil dari Lapandewa kadang dijual Rp10.000, tapi ada juga pedagang beli tomat langsung dari pemasok di Pasar Wameo sehingga harganya sedikit lebih tinggi,” katanya.
Meski harga mengalami kenaikan, permintaan tomat di pasar tradisional tetap meningkat selama Ramadan, terutama dari kalangan ibu rumah tangga yang memanfaatkan komoditas tersebut sebagai bahan utama berbagai hidangan berbuka puasa. (sr)
