LAMANINDO.COM, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan melalui Dinas Sosial mengambil langkah cepat dalam menangani dampak sosial pascabencana kebakaran yang menimpa warga di Desa Lapandewa Makmur, Kecamatan Lapandewa. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan moril maupun materil guna meringankan beban para korban yang terdampak musibah tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton Selatan, La Asari mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif baik secara internal maupun dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara guna memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai prosedur dan tepat sasaran.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta kebutuhan mendesak para korban di lapangan. Fokus bantuan sementara diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, seperti logistik dan perlengkapan tidur.
“Bantuan yang kami salurkan sesuai SOP, di antaranya popok, selimut, makanan siap saji, tikar, hingga kasur,” ujar La Asari, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para korban karena sebagian besar barang kebutuhan rumah tangga, termasuk peralatan memasak, ikut hangus terbakar.
“Ini penting karena korban pasti kehilangan peralatan masak dan perlengkapan lainnya dalam jangka waktu dekat,” tambahnya.
Berdasarkan laporan sementara dari tim di lapangan, terdapat perbedaan data awal terkait jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak, yakni antara dua hingga tiga KK. Meski demikian, jumlah jiwa yang menjadi korban telah teridentifikasi oleh petugas yang melakukan pendataan di lokasi kejadian.
Sebagai tindak lanjut, tim Dinas Sosial langsung turun ke lokasi kebakaran di Desa Lapandewa Makmur untuk menyerahkan bantuan secara kolektif sekaligus meninjau kondisi para korban.
Dalam penanganan musibah tersebut, Dinas Sosial Buton Selatan juga menjalin koordinasi mendapat respons positif dari Pemprov Sulawesi Tenggara.
“Alhamdulillah laporan kami sudah direspons oleh teman-teman di provinsi. Mereka juga telah menyiapkan bantuan, meskipun detail barang yang akan dibawa belum disebutkan secara rinci. Namun kami dari kabupaten tetap siaga dan tidak hanya mengandalkan bantuan dari provinsi,” pungkasnya. (sr)
