LAMANINDO.COM, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dengan memastikan seluruh warga, khususnya yang belum aktif dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dapat tercover dan memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi keanggotaan JKN Tahun 2026 yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan di UPTD Puskesmas Gajah Mada. Kegiatan ini dihadiri para kepala desa serta masyarakat yang akan mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya tidak aktif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, La Ode Achmad, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan untuk memfasilitasi sekaligus memvalidasi data kepesertaan JKN agar bantuan pemerintah tepat sasaran.
Menurutnya, program JKN merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu. Oleh karena itu, pemerintah daerah melibatkan kepala desa untuk memastikan informasi program tersampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat.
Ia menegaskan, proses validasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan hak masyarakat, melainkan untuk memastikan bahwa peserta yang terdaftar benar-benar memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.
“Validasi dilakukan terhadap peserta yang dinilai sudah mengalami peningkatan kondisi ekonomi, sehingga bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peserta JKN, khususnya pada kelas III, berhak mendapatkan pelayanan kesehatan secara penuh dengan pembiayaan yang ditanggung oleh pemerintah. Program ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang rentan terhadap tingginya biaya layanan kesehatan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembaruan data kepesertaan agar lebih akurat dan terkini. Termasuk di dalamnya pencatatan bayi baru lahir yang secara otomatis akan terdaftar sebagai peserta JKN.
Berdasarkan data UPTD Puskesmas Gajah Mada, tercatat sebanyak 4.535 peserta JKN aktif. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 1.260 peserta yang terdata aktif di wilayah kerja puskesmas. Sementara itu, terdapat 223 peserta yang dinonaktifkan berdasarkan data dari Dinas Sosial. Peserta yang masih dinilai layak akan segera diaktifkan kembali.
Melalui langkah ini, Pemkab Buton Selatan berharap cakupan layanan kesehatan semakin merata serta mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (sr)
