LAMANINDO.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan terus mendorong penguatan pemenuhan kebutuhan energi di wilayah kecamatan yang di kepulauan. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, ke Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (3/2/2026), di Jakarta.
Orang nomor 1 di Buton Selatan itu diterima dan berdialog langsung dengan La Ode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) di Kementerian ESDM.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Adios memaparkan kondisi geografis Buton Selatan sebagai daerah kepulauan yang sangat bergantung pada ketersediaan energi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor perikanan tangkap, transportasi laut antarpulau, hingga logistik kebutuhan pokok disebut sangat dipengaruhi oleh stabilitas pasokan BBM dan gas.
Ia menjelaskan, keterbatasan kuota energi dan minimnya infrastruktur pendukung di wilayah kepulauan kerap berdampak pada tingginya biaya operasional nelayan serta terganggunya mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, intervensi kebijakan dari pemerintah pusat dinilai krusial untuk menjamin keadilan energi bagi masyarakat kepulauan.
“Sebagai daerah kepulauan, Buton Selatan memiliki tantangan tersendiri dalam distribusi energi. Kami berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat, baik melalui penyesuaian kuota BBM dan gas maupun pembangunan infrastruktur pendukung, agar masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil dapat menikmati akses energi yang layak dan berkelanjutan,” kata Adios.
Menurut Adios, kunjungan ke Kementerian ESDM menjadi bagian dari upaya strategis Pemkab Buton Selatan dalam memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya terkait pemerataan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas di daerah pesisir serta pulau-pulau kecil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses energi.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemkab Buton Selatan untuk terus membangun sinergi lintas sektor dengan kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan, khususnya dalam mewujudkan ketahanan energi di kawasan kepulauan.
Sementara itu, Dirjen Migas Kementerian ESDM, La Ode Sulaeman menyambut positif aspirasi yang disampaikan Pemkab Buton Selatan. Pihaknya akan melakukan kajian teknis terhadap usulan yang diajukan, termasuk potensi penyesuaian kebijakan distribusi energi agar lebih responsif terhadap karakteristik wilayah kepulauan.
Sulaeman juga menegaskan komitmennya untuk memastikan program energi nasional dapat berjalan secara inklusif dan tepat sasaran, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan kerja sama berkelanjutan antara Pemkab Buton Selatan dan Kementerian ESDM dalam menjawab tantangan energi di Bumi Gajah Mada. (sr)
