LAMANINDO.COM, BATAUGA – Angka kemiskinan di Kabupaten Buton Selatan menunjukkan tren penurunan pada 2025. Namun, di sisi lain, jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) justru mengalami penambahan dan kini mencapai sekitar 4.900 keluarga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton Selatan, La Asari, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut belum merupakan angka final karena masih terdapat penambahan data yang sedang dalam proses verifikasi.
“Masih ada penambahan data penerima PKH, sementara diverifikasi kembali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun angka kemiskinan berangsur menurun, pemerintah daerah tetap menggencarkan penyaluran bantuan sosial, baik dalam bentuk sembako maupun bantuan langsung tunai (BLT) bagi keluarga miskin di wilayah tersebut.
Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton Selatan mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 0,64 persen dalam rentang 2024 hingga 2025. Pada 2024, persentase kemiskinan berada di angka 14,28 persen dan turun menjadi 13,64 persen pada 2025.
Kepala BPS Kabupaten Buton Selatan, La Ode Ikhsanuddin Hamid, membenarkan capaian tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2/2026).
“Kurang lebih turun sebesar 0,64 persen,” katanya.
Penurunan angka kemiskinan itu juga diikuti dengan berkurangnya tingkat pengangguran. Sepanjang 2024, tingkat pengangguran tercatat sebesar 3,48 persen dan menurun menjadi 2,92 persen pada 2025.
Terkait pendataan angka kemiskinan tahun 2026, BPS Kabupaten Buton Selatan menggandeng 43 tenaga survei yang ditempatkan sesuai domisili masing-masing. Proses pengumpulan data telah dilakukan di seluruh kecamatan dengan menyasar sekitar 480 rumah tangga.
BPS menargetkan pengolahan data tersebut dapat rampung pada Maret mendatang, selambat-lambatnya sebelum cuti bersama Hari Raya Idulfitri. (sr)
