Sabtu , 7- Maret - 2026
BerandaDAERAHButon SelatanUpaya Perluas Akses Pendidikan di Buton Selatan, Pemprov Sultra Segera Bangun SMA...

Upaya Perluas Akses Pendidikan di Buton Selatan, Pemprov Sultra Segera Bangun SMA Baru di Batauga

LAMANINDO.COM, BATAUGA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan pembangunan satu unit sekolah baru setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, akan mulai direalisasikan pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Aris Badara mengatakan, pembangunan sekolah tersebut tetap diupayakan meskipun pemerintah daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, Pemprov Sultra terus berupaya mengakses dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pendidikan di daerah.

“Pada tahun 2026 kita tetap berusaha. Meski terjadi efisiensi anggaran daerah, kita tidak boleh menyerah. Kita terus mengupayakan dukungan APBN. Untuk Buton Selatan, kita mendapatkan satu unit sekolah baru di Batauga,” ujar Aris Badara, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan sekolah baru tersebut direncanakan memiliki porsi anggaran yang setara dengan sejumlah proyek pembangunan sekolah di wilayah lain di Sulawesi Tenggara, seperti di Pasir Putih (Kabupaten Muna), SMA 2 Sampolawa, serta SMA 7 Pasarwajo.

Aris menegaskan, realisasi pembangunan sekolah ini juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat serta pemerintah daerah setempat, khususnya terkait penyediaan lahan.

“Pembangunan ini dapat terlaksana berkat peran masyarakat di sekitar lokasi serta dukungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Setidaknya pembangunan bisa dilakukan apabila tersedia hibah tanah dari masyarakat yang difasilitasi oleh Bupati,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses awal pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai pada tahun ini. Pemerintah berharap, setelah selesai dibangun, fasilitas sekolah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa maupun tenaga pendidik.

Lebih lanjut, Aris menyampaikan bahwa penganggaran pembangunan sekolah tidak hanya mencakup pembangunan gedung, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya dalam satu paket.

“Penganggaran revitalisasi tidak hanya bangunannya, tetapi juga dilengkapi dengan sarana penunjang seperti bangku, laboratorium, dan fasilitas pendukung lainnya,” pungkasnya. (sr)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer