Nilai Ekspor Sultra Pada Mei 2023 Capai US$298 Juta

0
137

LAMANINDO.COM, KENDARI- Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat, Nilai ekspor Sultra pada Mei 2023 mencapai US$298,24 juta atau naik 62,69 persen dibanding ekspor April 2023 yang tercatat US$183,32 juta.

Sementara, volume ekspor Mei 2023 tercatat 167,21 ribu ton atau naik 76,77 persen dibanding volume ekspor April 2023 yang tercatat 94,60 ribu ton.

Statistisi Ahli Madya BPS Sultra Muhammad Amin menjelaskan, Peningkatan terbesar Ekspor Sulawesi Tenggara Mei 2023 terjadi pada komoditas Besi dan baja senilai US$115,03 juta (naik 64,00 persen) dimana pada bulan April sebesar US$179,75 juta naik menjadi US$294,77 juta di bulan Mei.

Menurut Sektor, Ekspor Sulawesi Tenggara Mei 2023 didominasi oleh sektor industry pengolahan sebesar US$297,64 juta (99,80 persen).

Adapun Ekspor Sulawesi Tenggara Mei 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$288,78 juta, disusul India senilai US$4,07 juta, dan Amerika Serikat senilai US$2,27 juta.

”Sulawesi Tenggara dengan segala potensi Sumber Daya Alam mempunyai peluang dalam perdagangan luar negeri yang tercermin dalam statistik ekspor. Data Statistik Ekspor diperoleh dari Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari Bea dan Cukai,” Jelas Muhammad Amin

Komoditi yang selama ini menjadi andalan Sulawesi Tenggara antara lain besi dan baja serta bermacam hasil laut, sedangkan negara tujuan ekspor tersebar di benua Asia hingga Amerika.

Selain melakukan ekspor, Sultra juga melakukan Impor selama Mei 2023. Untuk Nilai impor Sulawesi Tenggara Mei 2023 mencapai US$151,05 juta, naik 16,17 persen dibandingkan April 2023 atau turun 27,62 persen dibandingkan Mei 2022.

Volume impor Mei 2023 senilai 392,90 ribu ton, naik 51,30 persen dibandingkan April 2023 atau naik 24,15 persen dibandingkan Mei 2022.

Peningkatan impor golongan barang terbesar Mei 2023 dibandingkan April 2023 adalah Garam, Belerang, Kapur senilai US$3,94 juta (naik 152,77 persen).

Tiga negara pemasok barang impor terbesar selama Mei 2023 adalah Tiongkok senilai US$64,15 juta (turun 7,12 persen), Singapura senilai US$39,74 juta.

Menurut golongan penggunaan barang, impor Mei 2023 dibanding bulan sebelumnya mengalami peningkatan 16,17 persen yakni nilai bahan baku/penolong mengalami peingkatan sebesar US$8,14 juta atau naik 6,44 persen dan barang modal sebesar 367,87 persen atau naik senilai US$13,06 juta.

Di sisi lain golongan barang konsumsi turun 84,19 persen atau turun senilai US$0,17.(**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini