LAMANINDO.COM— Cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah perairan Sulawesi Tenggara belakangan ini mendorong Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau meningkatkan kewaspadaan. Kepala KSOP Baubau, Taher Laitupa, menegaskan pihaknya siap mengambil langkah tegas untuk menjamin keselamatan pelayaran.
Menurut Taher, seluruh operator kapal dan petugas pelabuhan telah diperintahkan untuk terus memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jika muncul peringatan resmi terkait cuaca buruk, keberangkatan kapal akan ditunda sampai situasi dinyatakan aman.
“Kalau ada peringatan BMKG bahwa cuaca tidak bersahabat, otomatis keberangkatan kapal dihentikan sementara. Kondisi cuaca memang tidak selalu ekstrem, tapi kita tetap antisipasi,” kata Taher, Senin (7/7/2025).
Selain itu, KSOP Baubau juga memperketat pemeriksaan fisik kapal sebelum berlayar. Pengecekan meliputi seluruh alat keselamatan, seperti pelampung, life jacket, dan liferaft, termasuk kesiapan pompa air darurat.
Taher menambahkan, pengawasan ini semakin diperketat seiring dengan kebijakan pemerintah yang menurunkan harga tiket kapal Pelni hingga 50%. Kebijakan tersebut diprediksi akan meningkatkan jumlah penumpang secara signifikan.
“Dari pusat sudah ada instruksi khusus untuk pemeriksaan kapal lebih detail. Ini demi memastikan keselamatan penumpang, terutama dengan naiknya minat masyarakat bepergian karena tarif kapal lebih terjangkau,” jelasnya.
Khusus untuk kapal penyeberangan keluar masuk Baubau, KSOP juga memberikan atensi pada kelayakan kendaraan yang diangkut. Setiap kendaraan wajib dipastikan sudah terikat atau dilashing dengan benar agar tidak bergeser selama pelayaran.
Sementara itu, beberapa wilayah perairan yang rawan mengalami gelombang tinggi di antaranya Laut Banda, Konawe Utara, dan Wakatobi. Gelombang di kawasan tersebut dapat mencapai 1,25 meter dengan kondisi yang fluktuatif.
Taher mengingatkan seluruh operator dan awak kapal untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan. “Kita minta semua pihak, baik operator maupun nahkoda kapal, selalu perhatikan standar keselamatan dan kondisi cuaca sebelum berlayar,” tegasnya.
