Rabu , 4- Maret - 2026
BerandaDAERAHButon SelatanPemkab Buton Selatan Perkuat Pelayanan Kesehatan di Batuatas Pascakasus Kematian Ibu dan...

Pemkab Buton Selatan Perkuat Pelayanan Kesehatan di Batuatas Pascakasus Kematian Ibu dan Bayi

LAMANINDO.COM, BATAUGA – Kasus kematian ibu dan bayi asal Kecamatan Batuatas yang sempat viral dan menyita perhatian publik belum lama menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan

Dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus mengurangi prevalensi stunting di pulau yang menjadi beranda Buton Selatan tersebut, Pemkab melalui Dinas Kesehatan, khususnya Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), mengambil langkah konkret dengan melakukan kunjungan kerja dan supervisi langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan di Batuatas.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Buton Selatan, Wa Ode Mahazura menjelaskan, pihaknya bersama para programmer kesehatan melaksanakan kunjungan kerja selama lima hari di Kecamatan Batuatas.

“Selama berada di Batuatas, kami mengunjungi dua puskesmas, yakni Puskesmas Batuatas dan Puskesmas Batuatas Barat. Kunjungan ini merupakan bagian dari advokasi dan penguatan pelayanan kesehatan, dengan melibatkan pemerintah kecamatan serta berbagai pemangku kepentingan,” ujar Mahazura saat dikonfirmasi, Jumat (28/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai upaya promotif dan preventif, terutama bagi ibu hamil dan balita. Langkah ini diharapkan mampu mencegah stunting serta menurunkan risiko kematian ibu dan bayi di wilayah Pulau Batuatas.

Selain advokasi, tim Bidang Kesmas juga turut melakukan supervisi dan bimbingan teknis kepada para programmer di puskesmas setempat. Pendampingan difokuskan pada penguatan pendataan dan optimalisasi program Integrasi Layanan Primer (ILP) guna memastikan layanan kesehatan ibu dan anak berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

Mahazura mengungkapkan, dari hasil peninjauan lapangan, terdapat sejumlah tantangan yang memengaruhi akses pelayanan kesehatan, salah satunya kondisi infrastruktur jalan yang masih sulit dilalui.

“Kami melihat langsung kondisi jalan menuju rumah-rumah warga, termasuk ibu hamil, yang cukup terjal dan sulit diakses. Hal ini tentu menjadi kendala, bukan hanya bagi petugas kesehatan, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis,” jelasnya.

Ia berharap ke depan perbaikan infrastruktur, khususnya akses jalan di Batuatas, dapat menjadi perhatian bersama. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, pelayanan kesehatan diharapkan semakin optimal, sehingga upaya penanganan stunting dan penurunan angka kematian ibu dan bayi di  Bumi Gajah Mada dapat tercapai secara signifikan. (sr)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer