BerandaADVETORIALGroundbreaking KNMP Wasampela, Asa Baru Nelayan Buton

Groundbreaking KNMP Wasampela, Asa Baru Nelayan Buton

LAMANINDO.COM, PASARWAJO — Angin segar berhembus bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Pemerintah Kabupaten Buton bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) resmi menandai babak baru pembangunan ekonomi kerakyatan melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Wasampela, Kecamatan Wabula, Rabu (7/10/2026).

Proyek strategis nasional yang diinisiasi pemerintah pusat ini diyakini menjadi mercusuar baru dalam menggenjot kesejahteraan nelayan lokal. Kehadiran KNMP diproyeksikan tidak hanya sekadar mengubah wajah fisik kawasan pesisir, tetapi juga menjadi motor penggerak utama perputaran roda ekonomi masyarakat Desa Wasampela yang selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

Prosesi peletakan batu pertama ini berlangsung khidmat dan meriah. Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, hadir langsung di lokasi didampingi oleh Kapolres Buton, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton, Pabung 1413 Buton, jajaran tokoh adat setempat, serta perwakilan dari kementerian terkait yang mengawal langsung realisasi program tersebut dari pusat.

Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra saat meletakan batu pertama pembangunan KNMP di Desa Wasampela, Kecamatan Wabula.

Apresiasi Program Pro-Rakyat dari Pusat

Dalam sambutannya di hadapan ratusan warga pesisir yang memadati lokasi acara, Bupati Alvin menyampaikan apresiasi mendalam serta rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat. Menurutnya, program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu terobosan kebijakan presiden yang paling konkret dan langsung menyentuh denyut nadi kehidupan masyarakat bawah, khususnya warga yang bermukim di wilayah kepulauan dan pesisir.

“Saya secara pribadi berpikir bahwa salah satu program pemerintah pusat yang langsung menyentuh masyarakat dan menurut saya sangat positif, diterima oleh kabupaten-kabupaten dan provinsi adalah program KNMP ini, terutama bagi kita yang berada di wilayah pesisir,” ujar Alvin dengan penuh semangat.

Bupati muda tersebut mengungkapkan bahwa perjuangan di balik turunnya proyek ini tidaklah instan. Proses pengusulan dan lobi ke kementerian terkait membutuhkan persiapan matang, koordinasi lintas instansi yang intensif, serta tahapan seleksi yang ketat. Dari sekian banyak usulan proposal yang diajukan oleh berbagai daerah di tanah air, Kabupaten Buton patut berbangga karena Desa Wasampela menjadi salah satu titik yang lolos verifikasi dan berhak mendapatkan alokasi pembangunan tersebut.

Meski demikian, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan mendapatkan bantuan ini harus diiringi dengan rasa syukur dan tanggung jawab besar dari seluruh elemen masyarakat di Wasampela.

Peletakan Batu Pertama pembangunan KNMP di Desa Wasampela, Kecamatan Wabula.

Wasampela Jadi Purwarupa Nasional

Lebih lanjut, Bupati Alvin menekankan bahwa Desa Wasampela kini memikul tanggung jawab moral yang cukup besar. Kawasan ini didapuk menjadi prototypes atau purwarupa (model percontohan) untuk menguji sejauh mana efektivitas program Kampung Nelayan Merah Putih dalam mendongkrak aktivitas produktivitas nelayan dan memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Oleh karena itu, ia berpesan agar fasilitas modern yang nantinya berdiri megah di pesisir Wasampela tidak hanya dijaga fisiknya, melainkan juga dioptimalkan pemanfaatannya setiap hari.

“Saya berharap teman-teman di Wasampela, saudara-saudara saya juga, agar begitu sudah dibangun KNMP ini, tolong diperhatikan aktivitasnya dan maintenance-nya juga,” pesan Bupati Alvin di hadapan para nelayan.

Pemerintah daerah, kata Alvin, berkomitmen untuk terus mengawal keberlangsungan program ini. Ia menegaskan bahwa setiap aset dan fasilitas publik yang diperoleh berkat sinergi dengan pusat harus dirawat bersama, sehingga manfaat jangka panjangnya dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh anak cucu masyarakat Wasampela.

Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra bersama forkopimda saat acara peletakan batu pertama pembangunan KNMP di Desa Wasampela, Kecamatan Wabula.

Dongkrak Ekonomi di Tengah Tantangan Global

Di tengah situasi makroekonomi yang penuh tantangan dan dirasakan berat oleh sebagian besar masyarakat saat ini, kehadiran infrastruktur pesisir terpadu ini diharapkan menjadi angin penyejuk. Bupati Alvin tidak menampik bahwa kondisi ekonomi global maupun nasional sedang mengalami tekanan yang berdampak hingga ke tingkat lokal.

Oleh karena itu, sekecil apapun bentuk intervensi program dan bantuan yang dibawa pemerintah harus mampu memberikan efek kejut (multiplier effect) yang positif bagi kesejahteraan warga.

“Karena ekonomi lagi susah, walaupun sedikit bantuan yang kita bisa dapat dan kita berikan kepada teman-teman Wasampela, saya harap bisa berdampak langsung pada kehidupan kita semua,” pungkasnya dengan nada optimis.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Wasampela ini dirancang secara komprehensif untuk mengintegrasikan fasilitas penangkapan ikan, pengelolaan hasil laut, hingga pusat aktivitas ekonomi warga pesisir. Dengan standar modern yang disematkan pada kawasan ini, pemerintah menargetkan agar para nelayan di Kabupaten Buton dapat bekerja dengan lebih aman, higienis, dan memiliki daya saing pasar yang lebih luas.

Melalui sinergi erat antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Buton, aparat penegak hukum, tokoh adat, dan masyarakat, kehadiran KNMP di Wasampela diharapkan mampu menjadi tonggak sejarah baru kebangkitan sektor kelautan dan perikanan, sekaligus mewujudkan visi besar pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (adm)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer