LAMANINDO.COM, BATAUGA – Dinas Pertanian Kabupaten Buton Selatan membeberkan deretan program strategis pertanian yang tengah dan akan digulirkan sepanjang tahun 2026. Mulai dari pembagian bibit, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), hingga proyek jumbo senilai belasan miliar rupiah seperti Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta cetak sawah rakyat.
Kepala Dinas Pertanian Buton Selatan, La Hardin mengungkapkan, sejumlah bantuan alsintan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sudah mulai tiba di lokasi. Bantuan tersebut meliputi traktor roda dua, traktor roda empat, roda tiga, hingga hand sprayer untuk penyiraman tanaman.
Tak hanya itu, pengerjaan Jalan Usaha Tani (JUT) yang bersumber dari APBN di Kelurahan Todombulu, Kecamatan Sampolawa, kini sudah hampir rampung.
“Jalan usaha tani di Kecamatan Sampolawa, tepatnya di Kelurahan Todombulu, kurang lebih sudah masuk 80 persen merampung,” kata La Hardin kepada wartawan.
Di sektor tanaman pangan dan hortikultura, program bantuan bibit bawang merah sebanyak 4 ton di Kecamatan Lapandewa telah membuahkan hasil manis. Petani setempat tercatat sukses melakukan panen sejak Agustus lalu dengan kualitas panen yang memuaskan.
Sementara untuk tanaman jagung, terdapat alokasi bibit jagung hibrida seluas 200 hektare yang merupakan aspirasi Anggota DPR RI Bahtra, serta usulan jagung komposit seluas 100 hektare. Di sektor peternakan, persiapan kandang untuk 600 ekor ayam petelur dari dana APBN dan aspirasi Bahtiar La Oni juga terus dimatangkan.
Irigasi Air Tanah Rp 1,9 Miliar per Titik
Salah satu program yang cukup menyedot perhatian adalah pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Program yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) ini tersebar di 9 titik di 4 kecamatan, yakni Siompu (3 titik), Lapandewa (2 titik), Batauga (2 titik), dan Sampolawa (2 titik).
Hardin menyebut anggaran yang dikucurkan untuk proyek jaringan irigasi ini mencapai sekitar Rp 1,9 miliar untuk setiap titiknya. Pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada November mendatang.
“Ini 9 titik, dan setelah kami rapat di BWS, insyaAllah bulan November sudah mulai turun karena merupakan Program Strategis Nasional. Satu titik kurang lebih Rp 1,9 miliar anggarannya,” urai Hardin ditemui di gedung DPRD Buton Selatan, beberapa waktu lalu.
Cetak Sawah Rakyat 261 Hektare
Selain irigasi, Dinas Pertanian Buton Selatan juga bersiap mengeksekusi program cetak sawah rakyat seluas 261 hektare yang berlokasi di Kelurahan Jayabakti dan Kelurahan Todombulu. Proyek ini juga dijadwalkan mulai pengerjaan pada November 2026.
“Persiapan kita cetak sawah rakyat itu kurang lebih 261 hektare di Kelurahan Jayabakti dan Kelurahan Todombulu. InsyaAllah juga akan dikerjakan mulai November tahun ini,” terang Hardin.
Biaya cetak sawah ini dialokasikan sekitar Rp 36 juta per hektare, sehingga total anggaran yang diserap mencapai lebih dari Rp 9,3 miliar.
Hardin menegaskan bahwa seluruh program strategis di sektor pertanian yang berjalan di Buton Selatan tahun ini murni ditopang oleh anggaran APBN, APBD Provinsi, serta dana aspirasi legislatif DPR RI. (sr)
