Selasa , 10- Februari - 2026
BerandaNASIONALTaruna STPN Diterjunkan ke Aceh dan Sumut, Fokus Restorasi Arsip Pertanahan Pascabencana

Taruna STPN Diterjunkan ke Aceh dan Sumut, Fokus Restorasi Arsip Pertanahan Pascabencana

LAMANINDO.COM, SLEMAN – Sebanyak 30 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) diterjunkan ke Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dalam program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP). Mereka akan difokuskan pada pemulihan arsip dan data pertanahan yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menyampaikan bahwa penugasan tersebut membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab tinggi.

“Peserta yang bertugas di Provinsi Aceh dan Sumut difokuskan pada restorasi data pertanahan pascabencana hidrometeorologi, yang memerlukan kehati-hatian, ketelitian, dan pengalaman sosial yang baik,” ujar Ossy saat melepas 619 Taruna/i STPN di Pendopo Sasana Widya Bhumi STPN, Sleman, DIY, Senin (09/02/2026).

Menurutnya, pembagian fokus kegiatan KKNP-PTLP di setiap wilayah merupakan bagian dari pendekatan pertanahan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah. Pendekatan tersebut dinilai penting agar penanganan persoalan pertanahan dapat dilakukan secara tepat, efektif, dan bertanggung jawab.

Salah satu peserta, Teuku Kanda (25), mengatakan timnya akan ditempatkan di Provinsi Aceh, tepatnya di Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka akan membantu merestorasi arsip yang terdampak banjir, terutama dokumen yang terkena lumpur.

“Kami akan berfokus melaksanakan restorasi arsip dari Kantor Pertanahan Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir, terutama arsip yang telah terkena lumpur,” ujarnya.

Pelaksanaan KKNP-PTLP dijadwalkan berlangsung selama satu semester atau sekitar enam bulan. Sebelum diberangkatkan, para peserta telah menerima pembekalan teknis dari Biro Umum terkait metode dan prosedur restorasi arsip.

Teuku menjelaskan, timnya terdiri atas 10 taruna dan 20 taruni dengan pembagian tugas yang telah ditentukan. Taruna difokuskan pada proses pembersihan arsip, sementara taruni menangani tahap pengeringan dan penguraian dokumen.

Sementara itu, peserta lainnya, Nelly Tiurma (27), menegaskan bahwa arsip yang direstorasi memiliki nilai strategis karena mencakup berbagai dokumen penting pertanahan.

“Arsip tersebut terdiri dari warkah, yang bukan hanya surat ukur dan buku tanah, tetapi juga surat-surat penting lainnya yang harus diselamatkan,” jelasnya.

Berdasarkan data awal Kementerian ATR/BPN, jumlah arsip yang belum direstorasi masih cukup besar. Tercatat sekitar 3.920 boks berkas yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Menurut data dari Biro Umum, berkas yang belum direstorasi masih setara dengan sekitar 3.920 boks. Kami belum mengetahui secara pasti jumlah bundel dalam setiap boks, namun kami siap menjalankan tugas ini,” pungkas Nelly.

Melalui program KKNP-PTLP ini, Taruna/i STPN diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan data pertanahan pascabencana sekaligus memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta kepekaan sosial sebagai calon aparatur pertanahan. (ls/fa/sr)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer