LAMANINDO.COM, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus megenjot pengadaan tanah untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN). Hingga Oktober 2026, total tanah yang direalisasikan mencapai 159.662 bidang dengan luas 22.966,62 hektare.
Tak hanya itu, dalam periode dua tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN juga menggencarkan konsolidasi tanah guna menata kawasan di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Dirjen PTPP), Arief Muliawan, mengungkapkan bahwa capaian pembebasan tanah untuk kepentingan umum ini sudah mendekati target.
“Realisasi bidang pengadaan tanah untuk kepentingan umum telah mencapai 74,68% dari target 213.798 bidang, sedangkan capaian luas tanah mencapai 61,03% dari total target 37.629,27 hektare,” ujar Arief di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Selain pengadaan tanah PSN, konsolidasi tanah menjadi fokus utama Kementerian ATR/BPN. Langkah ini dilakukan untuk menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, hingga pemanfaatan tanah agar selaras dengan Rencana Tata Ruang (RTR).
Arief menjelaskan, penataan kawasan terencana ini berhasil menyasar ribuan bidang tanah dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
“Dalam kurun waktu dua tahun, sejak Oktober 2024 hingga Oktober 2026, kami berhasil menyelesaikan konsolidasi tanah sebanyak 6.167 bidang yang tersebar di 47 lokasi,” terangnya.
Rinciannya, pada periode Oktober 2024–Oktober 2025, konsolidasi tanah diselesaikan sebanyak 3.913 bidang di 26 lokasi (realisasi 85,75%). Sementara pada periode Oktober 2025–Oktober 2026, tercapai 2.254 bidang di 21 lokasi (realisasi 79,62%).
Langkah terintegrasi antara pengadaan dan konsolidasi tanah ini diharapkan mampu menjamin kepastian hukum hak atas tanah, memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur nasional berjalan secara berkelanjutan. (jm/yz)
