HUT ke-8, Busel Terus Berbenah PDRB Meningkat Pesat

0
362
Pj Bupati Busel, La Ode Budiman bersama pimpinan dan anggota DPRD Busel usai rapat paripurna dalam rangka hari jadi Busel ke 8, Jumat (22/7/2022).

LAMANINDO.COM, BUSEL– Di usia yang terbilang masih belia yakni 8 tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) terus menunjukkan tren positif dalam hal pembangunan perekonomian daerah. Betapa tidak, dalam data atas laju pertumbuhan ekonomi mencapai 2,29 persen dengan indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Pj Bupati Busel, La Ode Budiman mengungkapkan, banyak keberhasilan pembangunan yang selama ini telah dinikmati masyarakat, walaupun masih banyak kekurangan seiring dinamika perkembangan pembanngunan. Namun demikian, Pemkab Busel yang didukung oleh seluruh elemen masyarakat bekerja nyata dengan menggali seluruh potensi untuk dikembangkan dalam membangun Busel ke arah yang lebih baik lagi.

“Pemkab Busel terus mengembangkan diri menuju pembangunan yang berkelanjutan, demi mencapai kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dan ini adalah menjadi cita-cita kita bersama,” ungkapnya.

Kata dia, perjalanan waktu dari awal berdirinya Busel yang ditandai dengan terbitnya undang-undang nomor 16 tahun 2014 tertanggal 23 Juli 2014, hingga pada akhirnya dengan membulatkan tekat menetapkan setiap tahunnya di 23 Juli menjadi tonggak sejarah berdirinya Busel sebagai Daerah Otonom Baru terlepas dari induknya yakni Kabupaten Buton.

“Tentunya dengan semangat lahirnya Buton Selatan menjadi Daerah Otonom Baru di wilayah Sultra merupakan bagian dari semangat Putra-Putri Negeri Gajah Mada untuk bergerak maju demi terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan,” tambahnya.

Menurut Budiman, perkembangan Busel dapat terlihat jelas dalam laju pertumbuhan ekonomi yang meningkat pada tahun 2021 sebesar 2,29 persen. Hal ini dimungkinkan akan meningkat pada tahun 2022 dan 2023 dengan sejumlah produk unggulan yang tentu dapat mempengaruhi kondisi perekonomian rara-rata masyarakat Bumi Gajah Mada dalam PDRB.

“Secara umum sektor yang paling unggul yang mempengaruhi PDRB kita adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Dimana ketiga sektor tersebut mampu menggerakkan laju pertumbuhan ekonomi Busel hingga mencapai 33,56 persen,” tuturnya.

Selain ketiga sektor tersebut, lanjut Budiman, sektor pertambangan dan penggalian juga dapat mempengaruhi PDRB Busel hingga sebesar 24,12 persen. Sementara untuk sektor industri pengolahan Pemkab Busel baru mampu menunjukkan tren positif pada level 3,60 persen.

“Pemkab Busel sangat mengutamakan Pembangunan, Pendidikan dan Kesehatan masyarakat. Hal itu dapat terlihat dalam indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) merangkak naik dari 63,37 di tahun 2019, 64,95 pada tahun 2020 dan di tahun 2021 kembali meningkat menjadi 64,99,” tutupnya. (adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini