Dinkes Gerak Cepat Laksanakan Perintah Pj. Bupati Buton

0
218
Tim dari Dinas Kesehatan Buton saat turun di Desa Kaongke-ongkea, Kecamatan Pasarwajo menyambangi rumah-rumah warga yang memiliki Balita dalam upaya menurunan angka stunting di Bumi Penghasil Aspal.

LAMANINDO.COM, BUTON– Penanganan stunting dan penurunan angka kematian ibu dan anak menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat yang harus dilaksanakan hingga di daerah. Pemerintah daerah (Pemda) harus masif melakukan sosialisasi, pencegahan serta penanganan yang terkait dengan program nasional tersebut.

Sehubungan dengan itu, Pj. Bupati Buton, Basiran sangat serius dengan penurunan angka stunting dan penurunan angka kematian ibu dan anak di wilayah Kabupaten Buton. Terbukti, pada setiap pertemuan, baik ketika turun di lapangan maupun dalam forum-forum resmi, orang nomor 1 di Buton ini selalu menekankan pentingnya pencegahan, penanganan hingga penurunan angka stunting dan penurunan angka kematian ibu dan anak.

Dijelaskan Basiran, stunting merupakan penyakit yang menyerang tumbuh kembang anak yang ikut mempengaruhi kecerdasan anak. Tidak hanya itu, anak yang terserang stunting akan lebih mudah terkena penyakit infeksi dan penyakit kronis lainnya.

Lebih lanjut Basiran menjelaskan, isu stunting harus menjadi tanggung jawab semua stakeholder, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan generasi emas Kabupaten Buton. Target itu seperti tersirat pada target penurunan angka stunting Nasional tahun 2024 yakni di bawah 14 persen.

“Untuk mewujudkan SDM Buton yang sehat dan kuat perlu memperhatikan urusan pemerintahan di bidang Kesehatan dan Pendidikan yang menjadi kewenangan Pemda Kabupaten Buton,” kata Mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Kalimantan Utara.

Dikatakan Basiran, stunting sangat berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan gizi. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh warga untuk memenuhi asupan gizi keluarga dengan memanfaatkan potensi lokal. Misalnya, memanfaatkan pekarangan dengan menanam buah-buahan dan sayur-sayuran.

Atas arahan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Buton, Syafaruddin langsung bergerak cepat “menjemput bola”, dengan turun langsung mengunjungi rumah-rumah masyarakat yang memiliki Balita, seperti yang dilaksanakan hari ini, Selasa (13/9/2022), di Desa Kaongke-ongkea, Kecamatan Pasarwajo.

“Tim Gizi Dinas Kesehatan dan Puskesmas Wakaokili melakukan kunjungan rumah menyasar balita yang tergolong stunting dan kurang gizi di Desa Kaongke-ongkea,” kata Syafaruddin usai kegiatan tersebut.

Untuk penanganan balita, lanjutnya, dilakukan Intervensi gizi berupa pemberian makanan tambahan (PMT), Pemulihan selama 90 hari, konseling kepada ibu balita tentang pemberian makan bayi dan anak (PMBA), pemberian vitamin A dan pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin di posyandu.

“Dengan upaya yang telah dilakukan ini maka diharapkan balita tersebut dapat keluar dari status stunting dan gizi kurang,” katanya.

Safaruddin mengatakan kegiatan serupa akan dilakukan juga di puskesmas lainnya di Bumi Penghasil Aspal. (adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini