Tahun ke-5 Tampil-Manis, Ekonomi Baubau Tumbuh 5 Persen Lebih

0
306
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse berpose bersama aparaturnya usai memaparkan capaian pembangunan tahun ke-5 kepemimpinan Tampil-Manis di Aula Maedani Kota Baubau, Jumat, 18/8/2023

LAMANINDO.COM, BAUBAU- Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menyebutkan perekonomian Kota Baubau telah bangkit pasca pandemi Covid-19 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,28 persen.

Hal tersebut diungkapkan Ahmad Monianse ketika memaparkan capaian pembangunan tahun ke-5 kepemimpinan Tampil-Manis yang digelar di Aula Maedani Kota Baubau, Jumat (18/8/2023).

“Atas upaya dari kinerja kolektif yang dicapai selama membangun Kota Baubau pasca krisis akibat pandemi, ancaman resesi global dan krisis geopolitik, secara umum dapat dinyatakan bahwa perekonomian Kota Baubau telah mampu bangkit dengan tingkat pertumbuhan 5,28 persen,” kata Ahmad Monianse.

Lebih lanjut Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau juga berhasil menjaga konsistensi jumlah penduduk miskin dibawah dua digit yakni 7,31 persen. Selain itu, angka pengangguran Baubau sebesar 5,39 persen.

Ahmad Monianse mengatakan, dalam menurunkan angka pengangguran, Pemkot Baubau menempuhnya dengan berbagai pendekatan yang cukup inovatif dan progresif dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

“Diantaranya mengoptimalkan pelaksanaan event-event baik skala Regional maupun Nasional yang memberi multiplier effect besar terhadap multisektor, meningkatkan pelayanan publik serta mengoptimalkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur,” tuturnya.

Optimalisasi pembangunan infrastruktur itu kata Wali Kota Baubau, terbukti secara masif mampu mendongrak peran sektor konstruksi menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yaitu 21,42 persen terhadap total 10,7 triliun PDRB Baubau ditahun 2022.

Ahmad Monianse juga mengatakan, ditahun ke-5 kepemimpinan Tampil-Manis, Pemkot Baubau juga memberi perhatian khusus pada program penanganan inflasi diantaranya melalui pasar murah dan upaya menekan harga serta akses terhadap komoditi melalui gerakan pangan murah, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dan gerakan tanaman cepat panen.

Kemudian, program penanganan inflasi lainnya yaitu dengan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah seperti program kebun dapur ibu dan bantuan sarana prasarana bagi petani, peternak dan nelayan.(adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini