LAMANINDO.COM, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program intervensi di masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang digagas melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Buton Selatan.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKB Buton Selatan, La Ode Muslihin Mahmud, mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Buton Selatan per Mei 2026 masih berada di angka 21,2 persen berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM). Angka tersebut dinilai masih berada di atas target nasional tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 18,8 persen.
“Prevalensi stunting di Buton Selatan saat ini masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, berbagai langkah percepatan terus dilakukan agar angka tersebut dapat ditekan secara bertahap,” ujar La Ode Muslihin Mahmud.
Ia menjelaskan, Program DASHAT merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan gizi bagi kelompok rentan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program tersebut juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat dengan nilai gizi seimbang.
Menurutnya, pendekatan berbasis pangan lokal menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi sehat dalam mencegah stunting sejak dini.
“Program ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” katanya.
Saat ini, pelaksanaan DASHAT di Kabupaten Buton Selatan telah menjangkau 32 desa dan kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan. Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi berkala selama enam bulan melalui sistem rapor program guna mengukur efektivitas kegiatan terhadap penurunan angka stunting di daerah tersebut.
Melalui program itu, Muslihin berharap keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting semakin meningkat, sehingga target penurunan prevalensi stunting dapat tercapai dan kualitas kesehatan generasi masa depan semakin baik. (sr)
