Selasa , 10- Februari - 2026
BerandaNASIONALTaruna STPN Digembleng di Rindam IV/Diponegoro agar Siap Hadapi Tantangan Lapangan

Taruna STPN Digembleng di Rindam IV/Diponegoro agar Siap Hadapi Tantangan Lapangan

LAMANINDO.COM, MAGELANG – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta menggelar penutupan Latihan Dasar Kedisiplinan (Latsardis) bagi Taruna Program Sarjana Terapan Tahun 2026 di Lapangan Resimen Induk Kodam (Rindam) IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026). Sebanyak 396 taruna/taruni resmi menuntaskan rangkaian pembinaan yang berlangsung selama empat hari.

Komandan Rindam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Hindratno Devidanto, menjelaskan bahwa Latsardis dirancang untuk membentuk karakter disiplin dan akhlak yang baik sebagai fondasi utama para taruna dalam menempuh pendidikan maupun saat terjun ke lapangan nantinya.

“Pelatihan ini bertujuan agar para taruna mampu menjalankan pendidikan dengan baik. Ketika menghadapi rintangan, mereka diharapkan dapat bertahan dan memandangnya sebagai tantangan, bukan hambatan,” ujar Brigjen TNI Hindratno Devidanto dalam sambutannya.

Ia juga menyinggung momentum bonus demografi Indonesia pada 2045, di mana jumlah penduduk usia produktif diproyeksikan lebih besar dibanding usia nonproduktif. Menurutnya, potensi tersebut harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga mental disiplin dan daya juang tinggi.

“Pembinaan kami atur sejak bangun pagi hingga istirahat malam, termasuk penanaman sikap saling menghargai, solidaritas, kekompakan, dan kepercayaan diri. Harapannya, para taruna dapat menjalankan pendidikan secara optimal,” tambahnya.

Ketua STPN, Sri Yanti Achmad, mengungkapkan bahwa Latsardis dilaksanakan pada 2–6 Februari 2026. Ia berharap pembinaan tersebut mampu memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kompetensi para taruna sebagai calon profesional di bidang pertanahan dan tata ruang.

“Setelah mengikuti Latsardis, kami berharap mereka memiliki karakter yang kuat, integritas tangguh, dan kepemimpinan yang baik, didukung kompetensi yang mumpuni sehingga dapat mengabdi dan bekerja secara profesional,” ujarnya.

Menurut Sri Yanti, kemampuan pemecahan masalah (problem solving) juga menjadi salah satu fokus pembinaan. Keterampilan tersebut dinilai penting sebagai bekal selama masa studi maupun saat menghadapi dinamika tugas di lapangan.

Selama pelaksanaan Latsardis, para taruna memperoleh berbagai materi, antara lain wawasan kebangsaan, Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), Peraturan Baris-Berbaris (PBB), deradikalisme, kepemimpinan, problem solving, hingga pelatihan survival. Seluruh kegiatan dibina langsung oleh Bintara dan Perwira Rindam IV/Diponegoro.

Salah satu peserta, Gabriel Nametaka Harap (18), taruna Program Studi Survei, Pengukuran, dan Informasi Pertanahan (SPIP), mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti Latsardis. Ia termotivasi menempuh pendidikan di STPN untuk berkarier di bidang pertanahan.

“Saya terinspirasi dari kakak yang bekerja di BPN. Setelah Latsardis ini, saya ingin lebih disiplin dan taat waktu agar bisa menempuh studi dan mengatur kegiatan dengan lebih baik,” ujar taruna asal Kalimantan Tengah tersebut. (ar/sv)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer