Selasa , 24- Maret - 2026
BerandaDAERAHButon SelatanRekaman Viral Diduga Dimanipulasi, Pemkab Buton Selatan Imbau Warga Bijak Bermedsos

Rekaman Viral Diduga Dimanipulasi, Pemkab Buton Selatan Imbau Warga Bijak Bermedsos

LAMANINDO.COM, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyampaikan klarifikasi atas beredarnya rekaman percakapan telepon yang viral di media sosial (medsos) dan memicu polemik di tengah masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Buton Selatan, La Ode Aris Hardian menjelaskan, berdasarkan penelusuran awal, rekaman tersebut diduga telah mengalami proses pengeditan dan pemotongan sehingga tidak menyajikan informasi secara utuh.

“Informasi yang beredar tidak mencerminkan konteks percakapan yang sebenarnya dan berpotensi merupakan bentuk manipulasi informasi,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan, konten yang beredar juga mengandung muatan provokatif yang berpotensi memicu keresahan serta menimbulkan kebencian di ruang digital.

Oleh karena itu, Pemkab Buton Selatan mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat juga diminta lebih selektif dalam menerima dan membagikan konten di medsos.

Aris menegaskan, penyebaran informasi yang telah dimanipulasi dan mengandung unsur kebencian dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), termasuk terkait penyebaran informasi yang menimbulkan permusuhan maupun tindakan manipulasi data elektronik tanpa hak.

Ilustrasi

Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengutamakan informasi dari sumber resmi pemerintah guna menghindari kesalahpahaman.

Di sisi lain, kata Aris, Pemkab Buton Selatan berkomitmen untuk tetap fokus pada pelaksanaan program pembangunan serta peningkatan pelayanan publik. Dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum terkait penyebaran informasi tersebut.

Melalui klarifikasi ini, Aris berharap masyarakat dapat menjaga kondusivitas daerah dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. (sr)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer