BerandaNASIONALIngin Berkarier di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang? Kenali Empat Prodi Unggulan...

Ingin Berkarier di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang? Kenali Empat Prodi Unggulan di Politeknik Agraria STPN

LAMANINDO.COM, SLEMAN – Memilih program studi menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menghadirkan berbagai pilihan program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia profesional di sektor tersebut.

Perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional itu membuka Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027 dengan empat program studi sarjana terapan, yakni Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Kebijakan dan Manajemen Perlindungan Tanah (KMPT), serta Pertanahan.

Masing-masing program studi dirancang untuk membekali taruna dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional, khususnya di bidang pertanahan, tata ruang, pemetaan, hingga pelayanan publik berbasis agraria.

Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan

Program Studi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) menjadi pilihan bagi calon taruna yang tertarik pada bidang pengukuran, pemetaan, dan teknologi geospasial. Selama masa pendidikan, mahasiswa akan mempelajari teknik pengukuran tanah, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, pemetaan digital, hingga pengolahan data spasial berbasis teknologi modern.

Salah satu taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik memilih program studi tersebut karena memadukan pembelajaran teori dengan praktik lapangan.

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” ujarnya.

Fokus pada Perencanaan Wilayah dan Tata Ruang

Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki minat pada perencanaan wilayah, tata ruang, kebijakan publik, serta pengelolaan administrasi pertanahan.

Melalui program ini, mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai penataan ruang, pengelolaan pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, serta analisis kebijakan agraria dan tata ruang.

Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, mengatakan ketertarikannya pada program studi tersebut berawal dari keinginannya memahami proses perencanaan dan penataan wilayah yang baik.

“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, mulai dari pemanfaatan ruang yang belum sesuai hingga penataan kawasan yang belum optimal. Karena itu saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang dapat mendukung pembangunan yang lebih baik,” ungkapnya.

Menyiapkan SDM Pelayanan Pertanahan Modern

Pilihan lainnya adalah Program Studi Kebijakan dan Manajemen Perlindungan Tanah (KMPT), yang berfokus pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, pengelolaan data, dan pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan.

Mahasiswa KMPT mempelajari sistem pendaftaran tanah, kebijakan pertanahan, tata kelola administrasi, pengelolaan data pertanahan, hingga pengembangan layanan publik yang efektif dan modern.

Rizaldi Secondia Putra, salah satu mahasiswa KMPT, mengaku tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan yang menjadi fokus utama program studi tersebut.

“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah serta bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak bagi masyarakat,” katanya.

Program Studi Pertanahan dengan Kompetensi Komprehensif

Adapun Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas dibandingkan program studi lainnya. Mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek penyelenggaraan pertanahan, mulai dari hukum agraria, penyelesaian sengketa, pengadaan tanah untuk pembangunan, hingga pengendalian pemanfaatan ruang dan kebijakan pertanahan.

Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengaku memilih program studi tersebut karena sesuai dengan minatnya terhadap kegiatan lapangan dan interaksi langsung dengan masyarakat.

“Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam. Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” tuturnya.

Kuota 350 Taruna Baru

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna yang terbagi dalam tiga jalur penerimaan.

Jalur umum mendapat alokasi 260 orang, jalur tugas belajar atau pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 60 orang, serta jalur kerja sama pemerintah daerah sebanyak 30 orang.

Melalui beragam pilihan program studi yang tersedia, Politeknik Agraria STPN memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/sederajat untuk memilih bidang pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan rencana karier mereka di sektor agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Pendaftaran Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Calon peserta dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan ketentuan pendaftaran melalui situs resmi STPN. (ge/jr)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer