BerandaDAERAHButon SelatanDinas Kesehatan Buton Selatan Perkuat ASPAK, Baru Dua Puskesmas Capai Pembaruan Data...

Dinas Kesehatan Buton Selatan Perkuat ASPAK, Baru Dua Puskesmas Capai Pembaruan Data 100 Persen

LAMANINDO.COM, BATAUGA — Dinas Kesehatan Buton Selatan memperkuat pengelolaan data sarana, prasarana, dan alat kesehatan (SPA) melalui pembinaan dan pemetaan fasilitas kesehatan tahun 2026.

Kegiatan tersebut menyasar seluruh Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Buton Selatan. Fokus utama pembinaan adalah meningkatkan pemanfaatan Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) sebagai basis data dalam perencanaan pembangunan kesehatan daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, dr. La Ode Achmad Amanah Maulana, mengatakan pengelolaan ASPAK tidak boleh dipandang sekadar sebagai aktivitas memasukkan data ke dalam aplikasi.

Menurut dia, ASPAK memiliki peran penting dalam menyediakan gambaran mengenai kondisi dan ketersediaan sarana, prasarana, serta alat kesehatan pada setiap fasilitas pelayanan kesehatan.

“ASPAK tidak hanya digunakan sebagai media untuk menginput dan menyajikan data, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam menyediakan informasi mengenai kondisi dan ketersediaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Achmad, Jumat (21/8/2026).

Ia meminta seluruh pengelola ASPAK di Puskesmas memastikan data yang dimasukkan benar-benar menggambarkan kondisi fasilitas di lapangan.

“Jangan sampai data yang tercatat di ASPAK tidak sesuai dengan kondisi nyata sarana, prasarana, dan alat kesehatan di Puskesmas,” ujarnya.

Baru 2 Puskesmas Capai Pembaruan Data 100 Persen

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Waode Hardianti Hibali, mengungkapkan masih terdapat pekerjaan rumah dalam pemutakhiran data SPA melalui ASPAK.

Dari total 14 Puskesmas di Buton Selatan, baru dua Puskesmas yang mencapai tingkat keaktifan pembaruan data SPA sebesar 100 persen.

“Dari 14 Puskesmas yang ada di Kabupaten Buton Selatan, baru dua Puskesmas yang mencapai persentase keaktifan pembaruan data SPA di ASPAK sebesar 100 persen. Artinya, masih ada 12 Puskesmas yang pemutakhiran datanya belum berjalan secara maksimal,” kata Hardianti.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Dinas Kesehatan memperkuat pembinaan terhadap para pengelola ASPAK di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain persoalan tingkat keaktifan pembaruan data, masih ditemukan ketidaksesuaian antara data yang tercatat dalam aplikasi dengan kondisi aset di lapangan.

Dinas Kesehatan juga mencatat adanya pengelola ASPAK yang belum sepenuhnya memahami perubahan sistem layanan kesehatan dan mekanisme pengelolaan data terbaru.

etepatan data SPA menjadi penting karena informasi tersebut digunakan sebagai salah satu dasar dalam melakukan pemetaan kebutuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan.

Data yang tidak diperbarui atau tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya berpotensi memengaruhi hasil pemetaan dan perencanaan kebutuhan fasilitas kesehatan.

Karena itu, pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan melakukan input data, tetapi juga mencakup proses pemutakhiran, verifikasi, validasi, serta penyelesaian kesalahan yang ditemukan dalam pengelolaan ASPAK.

Achmad berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan para pengelola ASPAK sehingga pengelolaan data di setiap Puskesmas menjadi lebih tertib dan akurat.

“Data ASPAK ini sangat membantu Dinas Kesehatan dalam menyusun perencanaan pembangunan kesehatan yang benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pembinaan dan pemetaan tersebut.

Dinas Kesehatan Buton Selatan menargetkan pembinaan tersebut dapat mendorong seluruh Puskesmas meningkatkan keaktifan pembaruan data SPA hingga mencapai 100 persen.

Selain meningkatkan keaktifan, data ASPAK diharapkan dapat semakin mencerminkan kondisi aset dan fasilitas kesehatan secara faktual di lapangan.

Dengan data yang lebih akurat, pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun perencanaan anggaran dan pengadaan sarana, prasarana, serta alat kesehatan.

Penguatan ASPAK juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan data untuk berbagai program pelayanan kesehatan dasar, termasuk pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat Buton Selatan.

Melalui pembenahan pengelolaan data tersebut,  diharapkan perencanaan pembangunan kesehatan dapat dilakukan secara lebih terukur, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan nyata fasilitas pelayanan kesehatan. (adm)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer