LAMANINDO.COM, BATAUGA — Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Desa Watuampara, Kecamatan Siompu Barat, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (8/11/2026) pagi. Dua unit rumah ludes dilalap si jago merah, sementara satu rumah warga lainnya mengalami kerusakan setelah nyaris ikut terbakar.
Kebakaran diduga dipicu oleh sisa kayu bakar bekas memasak dari salah satu rumah lansia yang mengalami gangguan kejiwaan. Api cepat membesar hingga mengepulkan asap tebal dan mengejutkan warga sekitar sekitar pukul 10.00 WITA.
“Api berasal dari rumah kayu yang pemiliknya memang memiliki riwayat gangguan jiwa. Api baru kami ketahui ketika sudah membesar dan sulit dipadamkan,” ujar saksi mata di lokasi, La Dumra (63), Minggu (8/11/2026).
Warga setempat sempat berjibaku melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya. Keterbatasan alat pemadam serta minimnya pasokan air membuat proses pemadaman berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga 2,5 jam.
“Kejadiannya kira-kira jam 10 pagi, api baru berhasil kami padamkan sekitar jam 12.30 WITA. Cukup lama karena kurangnya air dan alat seperti pompa air,” jelas Dumra.
Korban Tahu Kebakaran Lewat Live TikTok
Salah satu pemilik rumah yang terbakar, Achang (54), mengaku kaget saat pertama kali mengetahui rumahnya dilalap api dari perantauan. Pria yang sedang berada di Papua ini mendapat kabar duka tersebut setelah tak sengaja melihat siaran langsung (live) di media sosial.
“Kami sementara di Papua ini, saya pertama tahu dari live TikTok. Rumah dalam keadaan kosong jadi tidak ada barang yang bisa diselamatkan,” kata Achang saat dihubungi via telepon.
Achang menyebut seluruh perabotan dan bagian bangunan rumahnya habis tak tersisa. Kerugian yang dialami keluarganya saja ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Kerugian kurang lebih Rp 400 juta. Di dalam ada sofa, lemari, dan barang lainnya habis terbakar semua,” ungkapnya.
Satu Rumah Dijebol Warga Demi Halau Api
Sementara itu, satu rumah warga lainnya milik Dahman nyaris terbakar habis setelah kobaran api menjalar ke bagian atap. Beruntung, warga yang sigap langsung menjebol bagian plafon untuk memutus jilatan api.
“Beruntung plafon langsung dijebol dan rangka kayu disiram warga. Kerugian yang saya alami sekitar Rp 60 jutaan,” tutur Dahman.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, total kerugian materil akibat musibah kebakaran yang menghanguskan dua rumah dan merusak satu bangunan ini ditaksir mencapai Rp 460 juta. (sr)
