Maataano Galampa Wabula, Basiran: Kita Jaga Adat Istiadat Ini Agar Tidak Tergerus Globalisasi

0
299
Pj. Bupati Buton, Basiran saat menghadiri pesta adat Maataano Galampa Wabula.

LAMANINDO.COM, BUTON– Pj. Bupati Buton, Drs. Basiran, M.Si. menghadiri puncak dari prosesi adat Maataano Galampa yang sudah berlangsung selama 3 hari di Baruga Wabula, Kecamatan Wabula, Sabtu (18/2/2023).

Turut mendampingi Ny. Deisy Natalia Rompas Basiran, S.H., Sekretaris Daerah, Asnawi Jamaluddin, S.Pd., M.Si., Asisten Bidang Pemerintahan, Alimani, S.Sos., M.Si. para Kepala OPD, Camat Wabula, dan Tokoh Maysrakat Wabula.

Pj. Bupati Buton mengatakan Tradisi Maataano Galampa ini adalah bagian dari warisan leluhur, warisan budaya Kesultanan Buton yang berasaskan Islam.

“Oleh sebab itu ini perlu dilestarikan, kehidupan masyarakat Buton di bawah pemerintahan sejak dahulu kala, Sultan Buton ke-4 yaitu Yang Mulia Sultan La Elangi Ikhsanuddin yang memerintah pada 1578-1615, beliau telah menciptakan falsafah atau Undang-undang Kesultanan Buton yang disebut dengan Martabat Tujuhm,” ucapnya.

Koordinator Pengasuh Praja IPDN Kemendagri ini menyampaikan bahwa syair-syair yang dilantukan dapat dilaksanakan dalam kehidupan dan dibuatkan buku narasi agar diketahui oleh generasi yang akan datang.

“Tentu semua syair Kabanti yang selama 3 hari 3 malam dilantunkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu ini dibuat dalam bentuk buku narasi, sehingga generasi kita mengetahui ini,” ucapnya.

Pj. Bupati Buton mengungkapkan dari semua rangkaian adat tersebut adalah untuk saling menyayangi dan menghormati satu sama lain yang terangkum dalam sebuah falsafah.

“Semua rangkaian, semua prosesi, semua tuturangi, dan lain sebagainya adalah bagian dari bagaimana kita menjaga Pomamasiaka saling menyayangi satu sama lain, tidak boleh satu menonjol dari pada yang lain, dan yang lain tidak boleh saling menjatuhkan dengan yang lain, yang akhirnya terangkum dalam falsafah Bincibinciki kuli,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga Pj. Bupati Buton menghimbau kepada warga Wabula agar mengembangkan potensi sumber daya yang ada di daerahnya.

“Melalui kesempatan kali ini, Saya menghimbau kepada masyarakat Wabula agar mengembangkan potensi sumber daya yang ada di Kecamatan ini, baik potensi pariwisata, UKM, maupun potensi perikanan, dan pertaniannya,” ujarnya.

Tambahnya Ia mengungkapkan bahwa Kecamatan Wabula mempunyai potensi pada tanaman sukun yang rasanya berbeda di daerah lain sehingga perlu dikembangkan.

“Kita punya potensi pertanian yang sangat bagus yaitu sukun Wabula yang bisa dikatakan punya rasa dan gurihnya itu berbeda dengan daerah lain dan kembangkanlah sukun Wabula ini dengan jenis-jenis turunan olahan lain,” kata Pj. Bupati.

Diakhir sambutannya, Pj. Bupati Buton berharap kepada Amanto Parabela dan seluruh perangkat adat dari permasalahan yang ada agar menjaga adat dan daerahnya sehingga dapat terjaga hingga generasi selanjutnya.

“Terkait dengan permasalahan-permasalahan yang timbul pada pergeseran nilai-nilai budaya tadi, Saya berharap kepada Amanto Parabela dan seluruh perangkat adat yang ada di Wabula ini kita jaga. Kita jaga kampung ini, adat istiadat kita jaga, jangan sampai tergerus globalisasi yang bisa merubah kebiasaan adat kita dan ditinggalkan oleh generasi kita yang akan datang,” tutupnya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini