Tiga Perpustakaan di Baubau Terpilih Ikut Program Inklusi Sosial

0
236
Asmahani, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Baubau

LAMANINDO.COM, BAUBAU-Sebanyak tiga perpustakaan kelurahan di Kota Baubau terpilih mengikuti program perpustakaan berbasis inklusi sosial yang merupakan program dari Perpustakaan Nasional.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Baubau, Asmahani mengatakan, tiga perpustakaan itu yakni perpustakaan Kelurahan Palabusa, Lakologou, dan Kelurahan Waliabuku.

Saat ini kata Asmahani, para pengelola perpustakaan tersebut didampingi Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Baubau sementara berada di Jakarta mengikuti kegiatan dan akan mendapat bantuan program berbasis inklusi sosial.

“Alhamdulllah dengan program berbasis inklusi sosial, Kota Baubau salah satu mewakili Sultra ke tingkat nasional. Memang tadinya kita meminta di pusat sebanyak 5 kelurahan, tetapi yang terakomodir setelah mendapat surat kembali sisa 3 kelurahan,”ujar Asmahani, Selasa(28/2/2023).

Kedepan kata Asmahani, pihaknya berupaya agar secara bertahap semua perpustakaan kelurahan di Baubau bisa masuk dalam program perpustakaan berbasis inklusi sosial.

IMG-20230301-WA0009

Melalui program itu kata Asmahani, setiap perpustakaan yang didorong menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial diberi bantuan sekira Rp100 juta yang sebagian dalam bentuk peralatan dan insentif untuk pengelola perpustakaan.

“Jadi sebagian diberikan dalam bentuk fisik mungkin itu laptop, buku-buku dan printer, selebihnya mungkin ada insentif khusus buat pengelola perpustakaan kelurahan. Alhamdullilah, itulah yang kita syukuri dengan program yang luar biasa dari pusat ini sehingga bisa juga menyentuh sampai didaerah yakni Kota Baubau yang selama ini belum ada perhatian seperti itu,”ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan Perpusatakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Baubau, Tegar Aryu Saputra menambahkan, syarat perpustakaan dipilih mengikuti program inklusi sosial adalah perpustakaan aktif dan programnya masih jalan dalam hal peningkatan sumber daya masyarakat.

Tegar menjelaskan, program perpustakan Inklusi sosial sendiri secara simplenya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada didaerahnya.

“Jadi bukan hanya sekedar perpustakaan yang hanya ditahu oleh masyarakat hanya menyediakan buku, tapi sekarang perpustakaan itu sudah bisa hadir dimasyarakat untuk bersama-sama meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini