5.490 Keluarga di Baubau Beresiko Stunting

0
189
Ali Arham

LAMANINDO.COM, BAUBAU- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Baubau mendata sebanyak 5.490 keluarga beresiko stunting tersebar di delapan kecamatan se-Kota Baubau.

Kepala DPPKB Baubau, Ali Arham mengatakan, keluarga beresiko stunting terbanyak berada di kecamatan Kokalukuna dengan jumlah 1.331 keluarga dan kecamatan Betoambari sebanyak 1.029 keluarga.

“Jumlah pendataan keluarga kita pada 2022 sebanyak 20.091 keluarga dan yang beresiko stunting sebanyak 5.490 keluarga. Data ini dari hasil survey yang dilakukan pada Oktober sampai dengan November tahun lalu, “ungkap Ali Arham, Minggu(28/5/2023).

Meski begitu kata Ali, keluarga beresiko stunting belum tentu mengalami stunting atau kekerdilan. Karena itu, DPPKB Baubau mengerahkan 300 personel pendamping keluarga untuk menekan angka stunting.

Ia menjelaskan, pendamping keluarga memiliki tugas mulai dari penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan, memfasilitasi pemberian program bantuan sosial serta pengamatan berkelanjutan dengan sasaran keluarga berisiko stunting.

“Jadi pendamping keluarga ini melakukan kunjungan rumah by name by addres utamanya kepada calon pengantin, ibu-ibu hamil, ibu pasca persalinan dan keluarga punya balita,”kata mantan Kadis Pariwisata Baubau ini.

Ali berharap, angka stunting di Baubau dapat turun menjadi 14 persen ditahun 2024 sesuai target pemerintah pusat.

Dimana kata Ali, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Baubau masih berada diangka 26 persen atau harus ditekan sebanyak 12 persen lagi agar bisa mencapai target Nasional.(adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini