Patung Soekarno di Simpang Tujuh Buton Selatan

0
819
Monumen patung Soekarno di simpang tujuh Buton Selatan yang diresmikan pada Sabtu (22/7/2023).

LAMANINDO.COM, BUSEL– Monumen patung pahlawan nasional, Soekarno berdiri tegak di simpang tujuh, Desa Lawela, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

Patung Proklamator Republik Indonesia itu baru saja diresmikan pada Sabtu (22/7/2023). Selain patung Soekarno, patung lainnya yang diresmikan adalah tokoh yang sangat berpengaruh di Kerajaan Majapahit, yakni Gajah Mada.

Peresmian dua patung yang merupakan sosok berpengaruh dalam sejarah Nusantara itu dihadiri langsung Pj. Bupati Busel, La Ode Budiman dan sejumlah pejabat penting lainnya seperti Anggota DPR RI Ir. Hugua, Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Silverter Sililaba, Ketua DPRD Busel, La Ode Armada, Pj. Bupati Buton, Basiran, dan mantan Bupati Busel, La Ode Arusani, serta sejumlah pejabat penting lainnya.

“Hari ini kami meresmikan patung Gajah Mada dan patung Bapak Proklamator, Soekarno,” kata Pj. Bupati Busel La Ode Budiman usai peresmian monumen patung tersebut.

Budiman menjelaskan, pendirian patung Soekarno di simpang tujuh Busel didasari cerita kedekatan Soekarno dengan bangsa Buton. Dan sosok Pahlawan Nasional itu telah bersatu dalam semangat kebangsaan Indonesia. Untuk itu, sangat penting untuk mengenang peran mereka dalam sejarah mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.

“Kenapa kita mendirikan Tugu Soekarno ada di Buton Selatan ini? Ceritanya, salah satu guru Soekarno adalah Yarona Kamaru atau La Ode Muhammad Idris, sehingga memiliki kedekatan dan sesuai slogannya Buton Selatan Bangkit, Solid, dan Bersatupadu sesuai dengan perjuangan Bapak Soekarno untuk mempersatukan seluruh Nusantara,” ungkap Budiman.

FB_IMG_1690036876462
Pj. Bupati Busel, La Ode Budiman bersama sejumlah pejabat penting seperti Anggota DPR RI Ir. Hugua, Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Silverter Sililaba, Ketua DPRD Busel, La Ode Armada, Pj. Bupati Buton, Basiran, dan mantan Bupati Busel, La Ode Arusani, saat memencet bel secara bersama-sama sebagai tanda diresmikannya monumen patung Soekarno.

Monumen patung Soekarno ini lanjut Budiman, menjadi simbol semangat dan kesatuan bagi masyarakat Busel. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar generasi muda dapat menghargai dan mengenang sejarah. “Perjuangan Soekarno merupakan pijakan penting dalam meraih kemerdekaan Indonesia seperti saat ini,” imbuhnya.

Selain memiliki nilai historis, patung Soekarno juga dinilai akan sangat berperan dalam mengembangkan sektor pariwisata Buton Selatan. Patung ini menjadi spot wisata baru yang akan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung di Buton Selatan.

“Saat ini saja sudah banyak pengunjung yang datang ke simpang tujuh untuk berswafoto. Sekarang kehadiran monumen patung Soekarno bisa lebih menarik lagi minat wisatawan dari luar Kabupaten Buton Selatan dan akan mengenal lebih jauh tentang sejarah bangsa Indonesia. Dampak positif lainnya dari kunjungan wisatawan adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” demikian Budiman.

Lebih daripada itu, Budiman berharap, diresmikannya monumen patung Soekarno tersebut dapat memberikan gambaran bahwa Buton Selatan mampu menjadi daerah penyanggah Provinsi Kepulauan Buton saat mekar nanti.

“Mudah-mudahan, hari ini monumen Soekarno berdiri tegak di perbatasan antara Buton Selatan dan Kota Baubau karena konsep kedepannya adalah Buton Selatan sebagai penyanggah dalam pemekaran (Provinsi) Kepulauan Buton nantinya,” tandasnya. (sar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini