Pelni Baubau Sebut Arus Mudik Nataru Belum Signifikan

0
144
Jajaran pegawai Pelni cabang Baubau bersama stakholder terkait berpose usai memberikan pelayanan embarkasi dan debarakasi angkutan Nataru di Pelabuhan Murhum Baubau beberapa waktu lalu.

LAMANINDO.COM, BAUBAU- Arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) menggunakan kapal Pelni di Pelabuhan Murhum Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpantau belum signifikan sampai dengan hari Senin, (18/12/2023).

Kepala PT. Pelni Cabang Baubau, Dicky Dermawandi menyebutkan, sampai saat ini kenaikan jumlah penumpang menggunakan kapal Pelni di Pelabuhan Murhum baru berkisar 3-5 persen dibanding hari-hari biasa.

“Jadi kami melihat ada peningkatan penumpang namun belum signifikan. Berdasarkan data untuk keberangkatan dari Baubau tanggal 17 Desember ada KM. Ngapulu memberangkatkan penumpang tujuan Makassar-Surabaya-Jakarta sebanyak 890 orang. Kemudian dihari dan tujuan yang sama ada KM. Dobonsolo memberangkatkan penumpang 626 orang. Kemudian hari ini ada KM. Sirimau tujuan Maumere-Leoleba dan seterusnya, tapi belum ada lonjakan yang signifikan, dimana tiket terjual baru 108 tiket,” kata Dicky Dermawandi, Senin (18/12/2023).

Memang dikatakan Dicky, berdasarkan hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya, jumlah penumpang angkutan Nataru melalui Pelabuhan Murhum Baubau tidak terlalu signifikan.

Ia juga mengatakan, hanya ruas pendek saja yang mengalami kepadatan penumpang, utamanya rute Baubau – Makassar pulang pergi. Penumpang lebih didominasi pelajar dan mahasiswa.

“Karena memang diakhir tahun ini bertepatan dengan libur anak sekolah, sehingga trendnya yang banyak bepergian di peak season Nataru adalah pelajar dan mahasiswa. Sedangkan para pekerja dengan rute jarak jauh, biasanya mereka mudik nanti Idul Fitri sesuai data yang kami lihat tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Dicky mengatakan, pada libur Natal 2023 dan tahun baru 2024, PT. Pelni mengoperasikan sebanyak 68 kapal dengan ketersediaan 66.810 kursi. 11 kapal diantaranya menyinggahi Pelabuhan Murhum Baubau yakni KM Tidar, KM Ciremai, KM Sinabung, KM Ngapulu, KM Leuser, KM Sirimau, KM Dorolonda, KM Labobar, KM Dobonsolo, KM Tilongkabila, dan KM. Lambelu.

Pria yang pernah menjabat Kacab Pelni Ternate ini mengatakan, berdasarkan data Pelni Pusat ada lima pelabuhan keberangkatan terpadat pada angkutan Nataru yakni Pelabuhan Makassar, Batam, Ambon, Jayapura dan Tanjung Priok. Sedangkan untuk kedatangan terpadat ada di Pelabuhan Makassar, Ambon, Belawan, Surabaya dan Batam.

Ia juga mengatakan, Kementerian Perhubungan telah memberikan dispensasi atau penambahan kapasitas penumpang kapal Pelni pada masa angkutan Nataru yang berlaku mulai 11 Desember 2023 sampai 7 Januari 2024.

Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat yang akan bepergian dimasa angkutan Nataru supaya membeli tiket jauh-jauh hari sebelum waktu keberangkatan. Pembelian tiket melalui chanel-chanel resmi diantaranya Mobile Pelni yang bisa diunduh di PlayStore maupun AppStore, kemudian Call Center Pelni 021162, travel agent resmi serta di loket cabang kantor Pelni Baubau.

“Kemudian, kami imbau kepada masyarakat membeli tiket harus sesuai dengan data di KTP karena pada saat boarding di Pelabuhan akan dicek kembali, karena yang berangkat harus sesuai data di tiket dengan KTP,” tuturnya.

Pada masa angkutan Nataru ini, Pelni Baubau juga mengimbau calon penumpang tidak membawa barang bawaan terlalu banyak sehingga lebih mudah saat naik dan turun kapal.

Kemudian, Dicky juga mengimbau calon penumpang tidak membawa barang-barang berbahaya dan dilarang diatas kapal seperti senjata tajam, barang mudah terbakar, satwa yang dilindungi dan hewan peliharaan. Semua barang bawaan calon penumpang akan diperiksa terlebih dahulu di pintu masuk terminal Pelabuhan.(**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini