Pj. Ketua TP PKK Dukung Upaya Pemkab Buton Selatan Turunkan Angka Stunting

0
17
Ketua TP-PKK Busel, Yuniar Budiman menyerahkan bingkisan kepada masyarakat sebagai upaya pemenuhan asupan gizi bagi masyarakat.

LAMANINDO.COM, BATAUGA – Di tengah tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks, perhatian terhadap penurunan angka stunting menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Melihat urgensi masalah ini, Pj. Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Buton Selatan, Yuniar Budiman, memberikan dukungannya secara penuh terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah setempat.

Yuniar Budiman, dalam pernyataannya, menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menangani masalah stunting. Menurutnya, penurunan angka stunting tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga membutuhkan kontribusi aktif dari masyarakat, organisasi sosial, dan sektor swasta.

Salah satu pilar utama dalam upaya penanggulangan stunting adalah edukasi gizi yang berkelanjutan. Yuniar Budiman menegaskan bahwa pengetahuan yang tepat tentang gizi sehat harus tersebar luas, terutama di kalangan ibu hamil dan balita. Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat melakukan langkah-langkah preventif yang efektif untuk mencegah stunting pada anak-anak mereka.

Selain edukasi, pentingnya akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas juga menjadi sorotan. Yuniar Budiman menyatakan bahwa pemerintah setempat harus terus berupaya meningkatkan aksesibilitas terhadap layanan kesehatan, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Hal ini akan memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat mendapatkan perawatan dan informasi yang mereka butuhkan.

Di samping itu, peran Tim Penggerak PKK (TP PKK) juga menjadi kunci dalam menyukseskan program-program pencegahan stunting. Dukungan dari PKK sangat penting dalam menggalang partisipasi masyarakat serta mengimplementasikan program-program kesehatan yang ada di tingkat grassroot.

Untuk mencapai target penurunan angka stunting, diperlukan kolaborasi antarlembaga dan sektor. Yuniar Budiman menegaskan bahwa kerjasama lintas sektoral antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan sektor swasta akan menjadi kunci keberhasilan dalam menanggulangi masalah ini.

Pemerintah Kabupaten Buton Selatan telah merancang berbagai program kesehatan dan gizi yang terintegrasi untuk menangani stunting. Program-program ini mencakup pelayanan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan gizi, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Pentingnya pendekatan holistik juga ditekankan oleh Yuniar Budiman. Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya sebatas pada aspek medis, melainkan juga melibatkan faktor-faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi yang memengaruhi kesehatan dan gizi anak-anak.

Selain itu, pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap program-program pencegahan stunting menjadi langkah penting dalam menilai efektivitasnya. Yuniar Budiman menegaskan perlunya keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pemantauan ini untuk memastikan bahwa program-program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan memberikan dampak yang diharapkan.

Di tengah upaya menangani stunting, penting juga untuk menjaga kesinambungan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan. Yuniar Budiman menyoroti perlunya komitmen jangka panjang dari semua pihak terkait agar upaya-upaya penanggulangan stunting dapat berkelanjutan dan berdampak positif dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk Pj. Ketua TP PKK Buton Selatan, diharapkan angka stunting di Kabupaten Buton Selatan dapat diminimalisir secara signifikan. Langkah-langkah konkret dan kolaboratif ini merupakan investasi dalam masa depan generasi muda, yang akan membawa dampak positif bagi pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (sr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini