Penjaringan Balon Bupati Selesai, PDI Perjuangan Target Menang di Pilkada Busel

0
1585
Img 20240422 183502 940
Dodi Hasri

LAMANINDO.COM, BATAUGA – DPC PDI Perjuangan Buton Selatan (Busel) telah selesai melakukan proses penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati untuk bertarung di Pilkada Serentak November 2024 mendatang.

Dari tujuh figur yang mengambil formulir pendaftaran balon bupati, hanya lima yang mengembalikan formulir sekaligus mendaftar secara resmi. Mereka adalah La Ode Armada, La Ode Budi Utama, La Ode Risawal, Hardodi dan La Ode Budiman. Sementara Muhammad Djudul dan Mutanafas tidak mengembalikan formulir. Begitu juga dengan La Siambo yang mengambil formulir wakil bupati.

“Pada 20 April 2024 lalu, pukul 24.00 Wita, secara resmi kami menutup pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati. Yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati itu ada tujuh orang, sementara calon wakil satu orang. Dan yang mengembalikan formulir serta menyetor berkas untuk calon bupati hanya lima orang, dua orang tidak mengembalikan formulir. Begitu juga calon wakil, satu orang tidak kembalikan formulir pendaftarannya. Jadi mengembalikan berkas itu minus Muhammad Djudul dan Mutanafas serta La Siambo yang mengambil formulir calon wakil,” demikian diungkapkan Ketua Dukungan Elemen Satuan Kerja (DESK) Pilkada PDI Perjuangan Busel, Dodi Hasri yang juga anggota DPRD Busel.

Pasca penutupan pendaftaran, lanjut Dodi, kini DESK Pilkada PDI Perjuangan Busel tengah menverifikasi dan merampungkan seluruh berkas para balon bupati untuk selanjutnya akan diantar ke DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk proses seleksi lebih lanjut.

“Sekarang di DESK Pilkada sementara merempungkan berkas untuk kami antar ke DPD PDI Perjuangan Provinsi. Jadi tahapan selanjutnya, wawancara Fit and Proper Test akan dilaksanakan di DPD PDI Perjuangan Provinsi yang jika tidak ada halangan akan mulai digelar pada 27 April hingga 4 Mei 2024. Jadi berkas yang kami rampungkan ini akan kami antar ke provinsi pada 25-27 April 2024,” terang Dodi melalui sambungan telephon, pada Senin (22/4/2024).

Tidak lupa, Legislator Busel itu juga menjelaskan terkait dana atau biaya pendaftaran para balon bupati sebesar Rp. 75 juta per orang. Kata Dodi, dana yang terkumpul dari para pendaftar itu akan digunakan untuk biaya survei elektabilitas dan popularitas para calon bupati yang telah mendaftar di PDI Perjuangan.

“Jadi sifatnya para kandidat ini gotong royong untuk disurvei elektabitasnya. Oleh karena itu kami minta para balon bupati ini mulai bergerak dan bersosialisasi ke masyarakat agar surveinya tinggi,” ujarnya.

Disinggung soal para balon bupati yang mendaftar ada kader dan non kader PDI Perjuangan, Dodi menegaskan, semua pendaftar memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan tiket tarung di Pilkada Busel. Oleh karena itu pihaknya meminta para balon bupati untuk bersosialisasi ke masyarakat agar elektabilitas dan popularitasnya tinggi dan memenuhi syarat untuk mendapatkan rekomendasi DPP PDI Perjuangan.

Pasalnya kata Dodi, salah satu syarat untuk mendapatkan rekomendasi dari DPD dan DPP PDI Perjuangan itu harus memiliki elektabilitas yang tinggi. Apalagi sebagai Pemenang Pemilu dan pemilik kursi terbanyak di DPRD Busel, maka PDI Perjuangan tetap menerapkan standar maksimal bagi para balon bupati sehingga bisa kembali memenangkan Pilkada Busel, November 2024 mendatang.

Kepada para Balon bupati yang telah mendaftar, Dodi juga meminta agar mereka memiliki komitmen yang sama dan kuat untuk membesarkan partai berlambang banteng moncong putih di Bumi Gajah Mada Busel.

Terkait koalisi, Dodi memaparkan bahwa sekalipun tanpa koalisi PDI Perjuangan sudah mengusung kandidat calon bupati, namun pihaknya menyarankan agar para balon bupati membangun komunikasi dengan partai lain sehingga membangun komitmen memenangkan Pilkada Busel. (sr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini