Buton Selatan Fokus pada Pengembangan Agrowisata dan Sektor Potensial

0
641
Img 20240621 193653 141
Pj. Bupati Buton Selatan, Parinringi bersama ibu didampingi anggota DPRD Busel dari Dapil Sampolawa, La Ode Amal dan H. Harnu berpose bersama masyarakat saat kunjungan kerja di Kelurahan Jaya Bakti, Kecamatan Sampolawa, pada Selasa (18/6/2024).

LAMANINDO.COM, BATAUGA- Buton Selatan (Busel) tengah menyiapkan strategi pengembangan agrowisata di sektor perkebunan sebagai salah satu upaya untuk memajukan perekonomian daerah. Penjabat (Pj) Bupati Buton Selatan, Parinringi, menegaskan pentingnya pengembangan sektor perikanan, pariwisata, serta perkebunan dan pertanian untuk mencapai tujuan ini.

“Buton Selatan memiliki potensi besar di sektor pariwisata, perikanan dan pertanian perkebunan. Jika kita kembangkan dengan komitmen bersama antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat, saya yakin Buton Selatan bisa menjadi kabupaten yang kaya seperti kabupaten lainnya,” kata Parinringi, di hadapan masyarakat Kecamatan Sampolawa pada Selasa (18/6/2024).

Parinringi menambahkan, fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang telah dibangun di Kecamatan Sampolawa diharapkan dapat beroperasi mulai tahun depan untuk mendukung sektor perikanan, yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat nelayan.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Parinringi mendorong dinas terkait untuk mengeksplorasi potensi pengembangan yang ada. Ini bertujuan agar masyarakat bisa merasakan manfaat berlipat dari hasil perkebunan dan pertanian, serta dari agrowisata dan ekonomi kreatif.

“Buton Selatan memiliki berbagai tanaman buah yang bisa menjadi komoditas khas, seperti jagung, ubi, jeruk, rambutan, dan durian. Potensi ini harus dimaksimalkan untuk mendukung promosi pariwisata daerah,” lanjutnya.

Menurut Parinringi, pengembangan ini akan membuat Buton Selatan memiliki daya tarik unik. “Saat wisatawan datang, mereka bisa menikmati produk khas seperti Jeruk Busel dan Durian Busel,” ujarnya.

Parinringi juga menekankan bahwa meski Buton Selatan tidak memiliki tambang nikel atau emas, potensi pariwisata, perikanan, dan perkebunan yang ada sudah cukup kuat untuk menarik investasi jika dikelola dengan serius. Pemerintah daerah akan berfokus untuk menjadikan sektor-sektor ini sebagai magnet bagi para pengusaha.

Sebagai langkah konkret, Parinringi juga telah menginstruksikan OPD teknis untuk menyusun kalender pariwisata yang akan dilaksanakan setiap tahun mulai 2025. Ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Buton Selatan sebagai destinasi wisata unggulan. (adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini