BerandaDAERAHButon SelatanDinkes Buton Selatan Catat 69 Kasus Gizi Buruk

Dinkes Buton Selatan Catat 69 Kasus Gizi Buruk

LAMANINDO.COM, BATAUGA – Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, mencatat sebanyak 69 kasus gizi buruk menyerang balita sejak Januari hingga awal Agustus 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Dedy Hasriadi, menyampaikan mayoritas kasus yang tercatat tidak tergolong gizi buruk berat. Kondisi itu terjadi karena skor pertumbuhan balita berada di bawah minus dua standar deviasi.

“Data gizi buruk ada, tetapi bukan kategori parah. Gizi buruk hanya karena skornya di bawah minus dua standar deviasi,” kata Dedy kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).

Sebagai upaya pencegahan dan penanganan, Dinkes rutin menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita usia 0–59 bulan yang masih aktif mengikuti posyandu di desa dan kelurahan.

Sementara itu, satu bayi berusia dua bulan dilaporkan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Selatan akibat gizi buruk.

Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Buton Selatan, La Ode Achmad Amanah Maulana, membenarkan kondisi tersebut. Bayi perempuan itu dirawat sejak 2 September 2025 dengan berat awal 1,5 kilogram, dan kini meningkat menjadi 2,1 kilogram.

“Benar, ada pasien bayi yang sedang dirawat akibat gizi buruk. Berat badannya sudah naik cukup signifikan,” ujar Achmad.

Ia menambahkan, kasus yang dialami pasien tersebut bukan stunting, melainkan murni gizi buruk. “Kalau bayi atau balita terkena gizi buruk belum tentu stunting, kecuali dalam jangka waktu yang lama,” jelasnya. (sr)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer