BerandaNASIONALAtur Jadwal Kedatangan ke Kantah Lebih Mudah Melalui Fitur Antrian Daring Sentuh...

Atur Jadwal Kedatangan ke Kantah Lebih Mudah Melalui Fitur Antrian Daring Sentuh Tanahku

LAMANINDO.COM, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melakukan transformasi layanan pertanahan guna menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah fitur Antrian Daring pada aplikasi Sentuh Tanahku, yang memungkinkan masyarakat mengatur jadwal kedatangan ke Kantor Pertanahan (Kantah) secara lebih terencana.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya, mengatakan masyarakat kini tidak perlu datang lebih awal untuk mengantre layanan pertanahan karena proses pengambilan nomor antrean dapat dilakukan dari rumah melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

“Kalau mau datang ke BPN tidak perlu seperti antre beli iPhone. Masyarakat bisa antre dulu dari rumah melalui antrean daring, daftar di Antrian Daring dalam Sentuh Tanahku,” ujar I Gede Ketut Ary Sucaya di Jakarta, Rabu (03/06/2026).

Melalui fitur tersebut, pemohon dapat memilih jadwal layanan berdasarkan kalender yang telah disesuaikan dengan kalender pelayanan pertanahan. Kalender tersebut telah memuat informasi hari libur nasional maupun hari libur lokal atau adat yang berlaku di daerah tertentu. Di Provinsi Bali, misalnya, layanan pertanahan akan menyesuaikan dengan hari libur adat yang menyebabkan seluruh Kantah tutup pada waktu tertentu.

Selain memudahkan pengaturan waktu, fitur Antrian Daring juga memberikan kepastian layanan kepada masyarakat. Setelah melakukan pendaftaran antrean, pengguna akan menerima informasi terkait nomor antrean dan urutan pelayanan. Sistem juga akan mengirimkan notifikasi ketika giliran pengguna semakin dekat.

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tidak perlu menunggu berjam-jam di Kantah. Pengguna dapat memperkirakan waktu kedatangannya berdasarkan pemberitahuan yang diterima melalui aplikasi.

“Tidak perlu misalnya dapat nomor antrean 50, lalu dari jam 8 pagi sudah datang ke Kantah. Ketika sudah ada notifikasi lima antrean sebelum giliran, baru datang,” jelasnya.

Menurut I Gede Ketut Ary Sucaya, penerapan antrean daring berawal dari kebutuhan pengaturan layanan pada masa pandemi Covid-19 untuk mengurangi kerumunan di Kantah. Seiring waktu, sistem tersebut terbukti memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi masyarakat dalam mengatur aktivitas sehari-hari.

Lebih lanjut, penerapan antrean daring juga dinilai mampu meningkatkan kenyamanan pelayanan di Kantah. Dengan kapasitas ruang tunggu dan area parkir yang umumnya terbatas, pengaturan kedatangan berbasis jadwal dapat mengurangi kepadatan pengunjung, sehingga proses pelayanan berlangsung lebih tertib, nyaman, dan efisien. (ge/rz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer