LAMANINDO.COM, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan bersama BPJS Kesehatan melakukan evaluasi terhadap berbagai indikator pelayanan kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Evaluasi tersebut dilakukan melalui Forum Pertemuan Tim Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan para pemangku kepentingan, Senin (8/6/2026).
Pertemuan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Buton Selatan, La Ode Harwanto, Anggota DPRD Buton Selatan, Pomili Womal, Kepala Bappeda, La Ode Haerudin, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau Sarman Pali Padang, Kepala Unit BPJS Kesehatan Buton Selatan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan dr. La Ode Achmad, perwakilan Dinas Sosial, serta perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Selatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau, Sarman Pali Padang mengungkapkan, capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Buton Selatan tergolong sangat baik. Tingkat kepesertaan telah mencapai 99,9 persen, sementara tingkat keaktifan peserta berada pada angka 91 persen.
“Capaian kepesertaan dan keaktifan masyarakat Kabupaten Buton Selatan sudah sangat baik. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah, terutama terkait sarana dan prasarana kesehatan, termasuk penambahan dokter spesialis di RSUD Buton Selatan serta dokter gigi di sejumlah puskesmas,” ujar Sarman.
Ia menjelaskan, sekitar 75 persen puskesmas di Buton Selatan masih belum memiliki dokter gigi. Menurutnya, pemenuhan tenaga kesehatan tersebut akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, dr. La Ode Achmad mengatakan, keterbatasan tenaga dokter terjadi karena sejumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berada di wilayah kepulauan kurang diminati tenaga medis.
“Puskesmas yang paling diminati dokter umumnya berada di wilayah yang dekat dengan Kota Baubau, seperti Batauga dan beberapa puskesmas di wilayah daratan. Sementara puskesmas di Pulau Siompu dan Pulau Batuatas masih kurang diminati karena faktor jarak dan lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal tenaga medis,” jelasnya.
Menurut dr. Achmad, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter, termasuk berkoordinasi dengan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).
“Kami telah melakukan komunikasi dan menyampaikan surat resmi kepada organisasi profesi terkait kebutuhan dokter umum maupun dokter gigi di Buton Selatan. Namun, pemenuhan kebutuhan tersebut juga sangat bergantung pada ketersediaan anggaran daerah,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi juga telah dilakukan bersama Bappeda dan para pemangku kepentingan lainnya agar kebutuhan tenaga kesehatan dapat dipenuhi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kekurangan dokter umum masih terjadi di Puskesmas Batauga, Puskesmas Siompu Barat, Puskesmas Gerak Makmur, dan Puskesmas Batuatas. Sementara kebutuhan dokter gigi masih terdapat di Puskesmas Lapandewa, Lamando, Batuatas, Bukit Kangka, Batauga, Siompu, Siompu Barat, dan Sampolawa.
“Mudah-mudahan melalui rapat ini kita dapat menemukan solusi bersama. Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, DPRD, serta organisasi profesi untuk memastikan ketersediaan tenaga dokter sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Selain persoalan tenaga kesehatan, rapat tersebut juga membahas pemenuhan sarana dan prasarana di sejumlah FKTP. Dari enam puskesmas penerima program FKTP, terdapat beberapa fasilitas yang masih perlu memenuhi indikator dan komitmen pelayanan yang ditetapkan BPJS Kesehatan.
Menurut dr. Achmad, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan enam puskesmas tersebut agar berbagai persyaratan yang telah dipenuhi dapat segera diinput ke dalam aplikasi yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.
“Sebagian besar sebenarnya sudah dilaksanakan, namun belum terinput dalam sistem. Komunikasi dan koordinasi perlu diperkuat agar seluruh indikator dapat terpenuhi dan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat semakin berkualitas,” pungkasnya. (sr)
