Kamis , 12- Maret - 2026
BerandaDAERAHButon SelatanKetua DPRD Minta Konflik Internal Pemkab Buton Selatan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Ketua DPRD Minta Konflik Internal Pemkab Buton Selatan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

LAMANINDO.COM, BATAUGA – Ketua DPRD Kabupaten Buton Selatan, Dodi Hasri, angkat bicara terkait insiden perseteruan yang melibatkan Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal, dengan ajudan Bupati Buton Selatan, La Ode Hazaludin Didi, yang terjadi di lingkungan Rumah Jabatan Bupati.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) itu meminta semua pihak yang terlibat untuk menahan diri demi menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.

“Sebagai pimpinan DPRD, kami mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri dan tetap menjaga kondusivitas daerah. Situasi ini tidak boleh berkembang menjadi polemik yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan,” ujar Dodi Hasri, Kamis (12/3/2026).

Ia menekankan bahwa persoalan yang terjadi sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan pendekatan kekeluargaan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar persoalan yang muncul tidak berdampak pada roda pemerintahan maupun pelayanan publik di Kabupaten Buton Selatan.

“Kami berharap komunikasi secara kekeluargaan dapat segera dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak berdampak terhadap jalannya pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Dodi juga meminta perhatian pemerintah pusat melalui Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, untuk turut mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia berharap gubernur dapat memanggil dan memediasi Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, bersama Wakil Bupati La Ode Risawal agar hubungan keduanya kembali harmonis.

“Kami berharap Gubernur Sulawesi Tenggara sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah dapat memanggil dan memediasi bupati dan wakil bupati agar hubungan keduanya kembali harmonis demi kepentingan masyarakat Buton Selatan,” jelasnya.

Di sisi lain, Dodi mengingatkan bahwa peristiwa ini terjadi di bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan menjaga persatuan.

“Di bulan Ramadan ini, kami juga mengajak pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Buton Selatan untuk bersama-sama mendoakan daerah ini agar terhindar dari segala marabahaya,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak larut dalam polemik, melainkan tetap fokus pada upaya membangun daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana seluruh elemen tetap fokus melayani masyarakat dan bersama-sama menggencarkan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan di Buton Selatan,” pungkasnya. (sr)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer