LAMANINDO.COM, BATAUGA — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton Selatan mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara XV Tahun 2026 melalui rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan dan seluruh cabang olahraga (cabor), Kamis (14/5/2026).
Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buton Selatan itu dihadiri langsung Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, Sekretaris Daerah La Ode Harwanto, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, perwakilan BKAD, pengurus KONI, serta pengurus cabang olahraga (Cabor) se-Buton Selatan.
Ketua KONI Buton Selatan, Darmani mengatakan, rapat tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan kesiapan seluruh cabang olahraga menjelang Porprov Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada November 2026.
Menurutnya, persiapan Buton Selatan saat ini memang relatif tertinggal dibanding sejumlah daerah lain yang telah lebih dulu menggelar pemusatan latihan atau training center (TC). Meski demikian, ia optimistis persiapan atlet masih dapat dimaksimalkan melalui dukungan anggaran pada APBD Perubahan 2026.
“Fokus agenda kita adalah membahas kesiapan menghadapi Porprov XV Sultra. Sebenarnya kita sudah agak terlambat karena beberapa daerah lain sudah mulai melakukan training center,” ujar Darmani.
Ia menambahkan, rapat tersebut juga menjadi momentum silaturahmi pertama antara KONI dan seluruh cabang olahraga setelah terbentuknya kepengurusan baru. Dalam forum itu, masing-masing cabor diberi kesempatan menyampaikan kendala dan evaluasi dari pelaksanaan Porprov sebelumnya.
“Kita membawa nama baik Buton Selatan di level yang lebih tinggi. KONI membina olahraga prestasi, dan hasil pembinaan itu nantinya terlihat di ajang Porprov,” katanya.
Sementara itu, Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung persiapan atlet menuju Porprov Sulawesi Tenggara 2026. Ia menilai ajang olahraga tingkat provinsi tersebut menjadi momentum penting untuk mengharumkan nama daerah.
“Soal anggaran nanti kita bahas bersama, karena ini membawa nama Buton Selatan. Jangan dianggap enteng. Kita harus komitmen dan kompak,” tegas Adios.
Ia meminta seluruh pengurus KONI dan cabang olahraga menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi peningkatan prestasi olahraga daerah. Menurutnya, Buton Selatan memiliki banyak atlet potensial yang mampu bersaing di level regional hingga nasional.
“Kita punya banyak potensi. Ada yang sudah berprestasi sampai di luar daerah bahkan luar negeri. Kalau KONI dikelola dengan baik dan bukan untuk kepentingan pribadi, insyaallah olahraga Buton Selatan akan maju,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah cabang olahraga juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran yang memadai, khususnya untuk kebutuhan pemusatan latihan dan pembinaan atlet.
Pengurus PBVSI Buton Selatan, Pomili Womal, mengatakan pihaknya telah menggelar Bupati Cup Bola Voli sebagai ajang penjaringan atlet potensial menghadapi Porprov.
“Melalui Bupati Cup kemarin kami sudah mendapatkan nama-nama atlet yang akan mengikuti training center. Untuk voli, kami tetap optimistis dan terus bersemangat,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua PSSI Buton Selatan, LM Amal. Ia menilai olahraga tidak hanya menjadi sarana pembinaan prestasi, tetapi juga media pemersatu masyarakat dan pengangkat nama daerah.
“Kalau kita berprestasi, nama daerah juga ikut terangkat. Tapi tentu kami membutuhkan dukungan anggaran yang memadai,” ujarnya.
Ia mengungkapkan pada pelaksanaan Porprov sebelumnya sejumlah atlet masih harus menanggung kebutuhan konsumsi secara mandiri akibat keterbatasan anggaran.
Selain PBVSI dan PSSI, aspirasi dukungan anggaran juga disampaikan cabang olahraga lain seperti sepak takraw, renang, catur, biliar, atletik, silat, tinju, dan kempo. Seluruh cabor berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius agar atlet Buton Selatan mampu bersaing dan meraih prestasi pada Porprov Sultra 2026 mendatang. (sr)
