LAMANINDO.COM, BATAUGA – Festival budaya Wonderful Siompu Island akan menjadi salah satu agenda pariwisata terbesar di Kabupaten Buton Selatan pada tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Juni 2026, tersebut akan melibatkan sekitar seribu penari kolosal dan menghadirkan beragam atraksi seni, budaya, serta promosi produk unggulan daerah.
Ketua Panitia, Muhammad Ali Nimas, mengatakan bahwa Wonderful Siompu Island merupakan festival budaya perdana yang digelar di Kabupaten Buton Selatan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Siompu Ethnic Journey (SEJ) sebagai upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Pulau Siompu kepada masyarakat luas.
Berbagai pertunjukan akan ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari tari kolosal yang melibatkan sekitar seribu penari, demonstrasi menenun sarung khas Buton, hingga pembacaan Kabanti sebagai bagian dari warisan sastra dan budaya masyarakat setempat.
“Fokus utama kegiatan ini adalah pelestarian budaya yang ada di Pulau Siompu, seperti Tari Linda dan pameran sarung tenun khas Siompu,” ujar Muhammad Ali Nimas, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, festival ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan untuk ditonton, tetapi juga mengajak pengunjung berpartisipasi langsung dalam sejumlah aktivitas budaya. Salah satunya adalah praktik menenun sarung Buton di stan UMKM lokal yang akan dipandu oleh para pengrajin setempat.
Selain menampilkan seni dan budaya, Wonderful Siompu Island juga menjadi sarana promosi produk unggulan daerah. Komoditas andalan seperti jeruk Siompu akan diperkenalkan kepada para pengunjung. Pelaksanaan festival yang bertepatan dengan musim panen memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati pengalaman memetik jeruk langsung dari pohonnya.
“Selain pelestarian budaya, kami juga mempromosikan jeruk Siompu dan produk UMKM lokal seperti garam serta abon tuna yang sudah siap dipasarkan,” katanya.
Berbagai produk unggulan UMKM akan dipamerkan dan dijual selama festival berlangsung, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.
Muhammad Ali Nimas berharap kegiatan tersebut mampu menjadi momentum penting dalam memperkuat promosi pariwisata Buton Selatan, khususnya Pulau Siompu yang memiliki potensi budaya dan alam yang besar.
“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan promosi sarung tenun Buton yang ada di Pulau Siompu serta mengembangkan produk-produk UMKM lokal,” ujarnya.
Penyelenggaraan Wonderful Siompu Island juga mendapat dukungan lintas sektor dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Dinas Pendidikan turut membantu menjaring relawan penari dari berbagai sekolah, sementara Dinas Kesehatan menyiapkan layanan kesehatan dan obat-obatan bagi peserta maupun pengunjung.
Selain itu, Dinas Perhubungan akan mengatur kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan, Satpol PP bertugas menjaga ketertiban dan keamanan, serta dukungan teknis juga diberikan oleh Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata.
Festival Wonderful Siompu Island akan dipusatkan di Lapangan Mawena Lawakamo, Desa Kamoali, Kecamatan Siompu Barat, Kabupaten Buton Selatan. Melalui kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah daerah, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Pulau Siompu di tingkat regional maupun nasional. (sr)
