LAMANINDO.COM, BATAUGA – Absennya Wakil Bupati (Wabup) Buton Selatan, La Ode Risawal, dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Buton Selatan, Kamis (23/7/2026), menjadi sorotan publik.
Ketidakhadiran Risawal dalam upacara dan rangkaian kegiatan HUT yang digelar di Lapangan Lakarada, Batauga, memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mengaitkannya dengan isu hubungan yang disebut-sebut kurang harmonis antara Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, dan wakilnya.
Sorotan publik itu bukan tanpa alasan, mengingat pada 11 Maret 2026 lalu sempat terjadi adu argumen antara Wakil Bupati, Risawal dengan salah satu ajudan Bupati terkait kendaraan dinas di halaman rumah jabatan (Rujab) bupati.
Perhatian masyarakat juga tertuju pada kehadiran Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsina Bolu, yang tampak menghadiri acara HUT dan mendampingi Bupati Muhammad Adios dalam sejumlah rangkaian kegiatan, termasuk tari badendang bersama masyarakat.
Menanggapi spekulasi yang berkembang, Sekretaris Daerah (Sekda) Buton Selatan, La Ode Harwanto, menegaskan bahwa Wakil Bupati tidak hadir karena sedang mengikuti pertemuan Asosiasi Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se-Indonesia yang berlangsung di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Harwanto mengatakan, Wabup Risawal telah berangkat ke Batam sejak Selasa (21/7/2026) atau dua hari sebelum puncak peringatan HUT Buton Selatan.
“Dua hari lalu saya menandatangani surat undangan pertemuan Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se-Indonesia di Batam,” kata Harwanto kepada wartawan di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (23/7/2026).
Ia menegaskan tidak ada persoalan lain di balik ketidakhadiran Wabup Risawal.
“Tidak ada halangan dan tidak ada hal lain. Beliau menghargai undangan tersebut sehingga menghadiri kegiatan itu,” ujarnya.
Terkait kehadiran Wakil Wali Kota Baubau dalam perayaan HUT Buton Selatan, Harwanto menyebut kemungkinan yang bersangkutan tidak mengikuti agenda pertemuan nasional tersebut.
“Mungkin Wakil Wali Kota tidak sempat mengikuti pertemuan itu, bisa jadi seperti itu,” katanya.
Harwanto kembali menekankan bahwa ketidakhadiran Risawal murni karena adanya agenda resmi berskala nasional dan pemerintah daerah memiliki dokumen undangan resmi terkait kegiatan tersebut.
Di tengah isu yang berkembang, Harwanto juga mengajak masyarakat tetap fokus pada semangat pembangunan daerah. Ia menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pejuang pemekaran yang telah memperjuangkan lahirnya Kabupaten Buton Selatan sebagai Daerah Otonomi Baru yang diresmikan pemerintah pusat pada 23 Juli 2014 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan di bawah kepemimpinan Muhammad Adios dan La Ode Risawal terus berupaya menjalankan program pembangunan sesuai visi dan misi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing wilayah. (sr)
