Arusani di Kilometer 4, Amirul Tamim Puji Pembangunan Busel

0
1540

LAMANINDO.COM, BUSEL- H. La Ode Arusani memasuki tahun ke empat menakhodai Buton Selatan (Busel). Di tangan dinginnya, sejumlah pembangunan yang menjadi ikonik Busel begitu tampak.

Misalnya, pembangunan kantor organisasi perangkat daerah, rumah sakit umum daerah (RSUD), pelabuhan feri di beberapa kecamatan, pembangunan baruga, monumen boti, hingga patung-patung yang menjadi simbol kejayaan Buton bagian Selatan di masa Kesultanan Buton.

Selain infrastruktur, pembangunan non fisik juga menjadi perhatian serius selama kepemimpinan Bupati H. La Ode Arusani, seperti pemberian honor perangkat masjid, pemberian fasilitas kendaraan operasional bagi imam masjid, pemberian bantuan untuk perangkat adat/parabela se- Busel.

Tidak hanya itu, Bupati H. La Ode Arusani juga telah mencanangkan sejumlah pembangunan ikonik lainnya guna mendukung terbentuknya Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) di masa mendatang, yakni pembangunan jalan simpang tujuh di Kecamatan Batauga dan Bandara Wa Ode Pogo di Kecamatan Kadatua.

Gerakan pembangunan daerah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Busel ini turut menjadi perhatian Anggota DPD RI, DR MZ Amirul Tamim.

Senator wakil Sultra itu memuji langkah Bupati Busel, H. La Ode Arusani membangun Busel. Menurutnya, di tangan Arusani, pembangunan Busel mengalami kemajuan sangat signifikan. Bahkan, ia optimis sejumlah pambangunan yang telah direalisasikan mampu mambawa daerah ini sejajar dengan daerah-daerah lain di Provinsi Sultra.

Pembangunan RSUD Busel Ide Brilian Arusani

Diskusi, Dialog, Amirul Tamim, La Ode Arusani, Busel
Tampak Anggota DPD RI, MZ Amirul Tamim, Bupati Busel, H. La Ode Arusani, Sekda Busel, La Ode Budiman, Kepala Bappeda Busel, Ahmad Syahroni dan Sufi Hisanuddin dalam dialog pembangunan Bumi Gaja Mada, Buton Selatan.

Seperti pambangunan RSUD Busel di Kelurahan Bandar Batauga, menurut Amirul Tamim, hal itu merupakan ide yang sangat brilian dari seorang Bupati H. La Ode Arusani.

Pemilihan lokasi RSUD yang dekat dengan pantai sangat tepat untuk Busel. Pasalnya, dari tujuh kecamatan, empat kecamatan ada di kepulauan. Sehingga penempatan RSUD di pesisir pantai akan memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dari wilayah kepulauan.

“Pemilihan lokasi RSUD Busel yang berada di Bandar Batauga itu merupakan ide yang sangat brilian. Karena lokasi tersebut dapat memudahkan layanan kesehatan di wilayah kepulauan Busel bahkan mampu menjadi magnet untuk penunjang layanan kesehatan di Kota Baubau,” tambahnya

Dia menambahkan, sarana dan prasarana RSUD Busel tentu harus ditunjang dengan jalur transportasi yang memadai. Sehingga, Buton Selatan harus memikirkan dan merencanakan pembangunan jalan raya yang lebar dan dua arah.

“Tinggal dipoles lagi pembangunan jalan raya menuju RSUD Busel agar lebih lebar lagi. Kalau perlu bentangan jalan raya yang direncanakan itu tidak berkelok-kelok sehingga mampu mengurangi waktu tempuh ke RSUD Busel,” jelasnya

Selain hadirnya RSUD Busel, pihaknya juga memuji rencana pembangunan simpang tujuh sebagai wajah Buton Selatan. Dimana, pembangunan jalan dengan tujuh bentangan itu akan berdiri megah tugu Busel.

Simpang Tujuh Busel Magnet Untuk Provinsi Kepton

Master plan, Busel, Buton Selatan
Master Plan simpang tujuh Busel yang bakal dibangun perbatasan Busel dengan Kota Baubau.

Selain pembangunan yang telah direalisasikan, Amirul Tamim juga memuji rencana program pembangunan simpang tujuh di Desa Lawela Selatan, Kecamatan Batauga, atau tepatnya wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Baubau.

Menurut Amirul, rencana pembangunan simpang tujuh akan mampu menjadikan Busel sebagai bagian dari pusat aktivitas pemerintahan Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) di masa mendatang.

“Sudah disepakati bersama bahwa rencana ibu kota Provinsi Kepton adalah Kota Baubau. Namun kondisi saat ini sangat tidak memungkinkan seluruh aktivitas pemerintahan provinsi di pusatkan di Kota Baubau, sehingga daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Baubau, seperti Buton Selatan menjadi pilihan alternatif sebaran aktivitas pemerintahan Provinsi Kepton,” tuturnya.

Mantan Wali Kota Baubau ini menyebutkan, pencanangan pembangunan jalan simpang tujuh oleh Bupati H. La Ode Arusani, merupakan langkah yang tepat untuk merebut peluang Busel sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kepton. Pasalnya, simpang tujuh yang “merobek-robek” wilayah ini, akan menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan baru dan siap dibangun.

“Buton Selatan masih memiliki Kasiba (kawasan siap bangun, red) dan Lisiba (lingkungan siap bangun, red). Ditambah lagi dengan pembukaan simpang tujuh, itu sangat menguntungkan untuk Buton Selatan sebagai pusat aktivitas Pemerintahan Provinsi Kepton,” papar Amirul Tamim.

Dikatakan, tidak ada yang salah jika Busel menjadi bagian dari pusat aktivitas pemerintahan Provinsi Kepton, selain Kota Baubau. Banyak contoh di Indonesia, dimana pusat pemerintahan provinsi tidak hanyak mencakup satu wilayah kabupaten atau kota.

“Seperti Provinsi Jawa Timur, ada di Kota Surabaya dan Sidoarjo. Provinsi Kalimantan Barat, di Kota Banjarmasin dan kabupten di sekitarnya. Conto lainnya Provinsi Sulawesi Selatan dimana pusat aktivitas pemerintahannya bukan hanya di Kota Makassar,” demikian Amirul Tamim.

Selain itu, kata Amirul Tamim, jalan simpang tujuh Busel juga akan mampu merebut perhatian publik dan menjadi ikon daerah. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar Pemkab Busel dapat mewujudkan rencana besar yang telah dicanangkan oleh Bupati H. La Ode Arusani.

Komposisi ASN Kunci Sukses Pembangunan Busel

Amiru, La Arusani, pejabat Busel
Anggota DPD RI, DR MZ Amirul Tamim, bersama Bupati Busel, H. La Ode Arusani dan para pejabat eselon II dan III lingkup Pemkab Busel.

Terlepas dari semua pembangunan yang telah direalisasikan maupun yang masih dalam perencanan, Amirul Tamim juga memuji komposisi aparatur sipil negara (ASN) Busel.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Busel di bawah kepemimpinan Bupati H. La Ode Arusani tidak terlepas dari kerja-kerja profesional ASN. Semua ide yang disampaikan oleh kepala daerah mampu diterjemahkan dengan baik. Hal inilah yang membuat pembangunan Busel mengalami kemajuan yang sangat signifikan.

“Ide-ide cemerlang telah lahir di Buton Selatan. Tinggal bagaimana memoles dan memanfaatkan potensi daerah untuk kemudian dikembangkan. Bila perlu, pembangunan di Busel jangan hanya terfokus di APBD saja, tapi harus meminta dukungan dari Pemprov Sultra bahkan Pemerintah Pusat,” tuturnya.

“Dan saya yakin komposisi ASN Busel sangat hebat. Mampu menerjemahkan apa yang menjadi cita-cita bersama dalam memajukan Buton Selatan,” demikian Amirul Tamim. (adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini