Pilkada Busel: Lima Figur Perebutkan PDI Perjuangan, Siapa Beruntung?

0
1957
Img 20240424 123253 037
DARI KIRI ATAS: La Ode Budiman, La Ode Armada, La Ode Risawal, La Ode Budi Utama dan Hardodi.

LAMANINDO.COM, BATAUGA – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menjadi peraih kursi terbanyak pada Pemilu 2024, Februari lalu, dengan perolehan 7 kursi di parlemen Buton Selatan (Busel).

Dari dasar perolehan kursi itu, PDI Perjuangan menjadi rebutan bagi lima figur bakal calon (balon) bupati untuk mendapatkan rekomendasi. Betapa tidak, partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut dipastikan bisa mengusung Calon Bupati dan Wakil Bupati tanpa koalisi dengan partai lain.

Adapun lima figur yang memperebutkan rekomendasi DPI Perjuangan adalah sebagai berikut:

1. La Ode Armada

Adalah ketua DPRD Busel saat ini dan kembali terpilih menjadi wakil rakyat pada Pemilu Legislatif (Pileg) yang lalu untuk periode 2024-2029 mendatang.

La Ode Armada merupakan kader DPC PDI Perjuangan Busel dan menjabat sebagai sekretaris di partai berlambang banteng moncong putih.

La Ode Armada sendiri merupakan adik kandung dari mantan Bupati Busel, H. La Ode Arusani yang juga politisi PDI Perjuangan.

2. La Ode Risawal

Mudah dan enerjik. Dia adalah putra sulung dari Bupati Senior Busel, H. La Ode Arusani.

La Ode Risawal sendiri merupakan kader PDI Perjuangan yang sempat ikut kontestasi pada Pileg 2024, Februari lalu sebagai Calon anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dari dapil IV yang wilayahnya meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Tengah, Buton Selatan dan Wakatobi, namun gagal.

Sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Busel, La Ode Risawal kini kembali mencoba peruntungan untuk maju sebagai kandidat calon bupati Busel yang ikut memperebutkan rekomendasi PDI Perjuangan.

3. La Ode Budiman

Merupakan Penjabat (Pj) Bupati Busel saat ini yang masa jabatan Pj-nya akan berakhir pada 27 Mei 2024 mendatang.

Dari birokasi tulen, La Ode Budiman juga mulai melirik peluang dan kesempatan untuk ikut bertarung di Pilkada Busel pada November 2024 mendatang.

Diketahui, Pj. Bupati La Ode Budiman merupakan ipar dari Bupati Senior Busel, H. La Ode Arusani. Bahkan dalam perjalanan pemerintahannya di Bumi Gajah Mada Busel, ia diusung oleh PDI Perjuangan.

4. La Ode Budi Utama

Merupakan cucu dari Lakina Wawoangi, La Ode Asimoe. Figur yang satu ini pasti dikenal masyarakat Busel, karena pernah ikut dalam kontestasi Pilkada Busel periode 2017-2022, sebagai calon bupati melalui jalur independen.

La Ode Budi Utama menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia bukan kader PDI Perjuangan Busel tapi cukup dekat dan famillyar dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri.

Pria kelahiran Majapahit, Kecamatan Batauga tahun 1964 itu cukup punya pengalaman, selain di bidang akademik, ia juga aktif dalam berbagai organsisasi, seperti KIBAR Indonesia.
Ia juga merupakan pendiri sekolah TK/SD Islam Permata Hati di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Bahkan sekolah tersebut kini menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN).

5. Hardodi

Terakhir adalah Hardodi. Ia juga merupakan figur milinial yang patut diperhitungkan dalam perebutan rekomendasi PDI Perjuangan untuk bertarung di Pilkada Busel.

Selain masih mudah, putra asli Batuatas ini juga memiliki segudang pengalaman dalam organisasi dan akademik.

Hardodi juga bukan kader PDI Perjuangan tetapi memiliki koneksi yang cukup baik dengan sejumlah politisi Banteng Moncong Putih di level pusat. Bahkan sebelum mendapatkan rekomensi tarung di Pilkada Busel November mendatang, ia sudah mengusung jargon #HADIR (Hardodi Pilihan Rakyat).

Seperti dilansir sebelumnya, Ketua Dukungan Elemen Satuan Kerja (DESK) Pilkada PDI Perjuangan Busel, Dodi Hasri mengungkapkan, lima bakal calon (balon) bupati yang mengembalikan formulir dan resmi mendaftar memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan rekomendasi dari DPD dan DPP PDI Perjuangan.

Img 20240422 183502 940
Dodi Hasri

Oleh karena itu pihaknya meminta para balon bupati yang telah mendaftar di PDI Perjuangan untuk bersosialisasi ke masyarakat agar elektabilitas dan popularitasnya tinggi sehingga memenuhi syarat untuk mendapatkan rekomendasi tarung di pesta demokrasi Busel mendatang. Pasalnya, salah satu syarat untuk mendapatkan rekomendasi dari DPD dan DPP PDI Perjuangan itu harus memiliki elektabilitas yang tinggi. Apalagi sebagai Pemenang Pemilu dan pemilik kursi terbanyak di DPRD Busel, maka PDI Perjuangan tetap menerapkan standar maksimal bagi para balon bupati sehingga bisa kembali memenangkan Pilkada Busel, November 2024 mendatang. (sr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini