BerandaDAERAHButon SelatanHarmoni Benang dan Budaya, Upaya Lestarikan Tenun Buton Selatan

Harmoni Benang dan Budaya, Upaya Lestarikan Tenun Buton Selatan

LAMANINDO.COM, BATAUGA – Festival Budaya Kerajinan Tenun Lokal bertajuk “Harmoni Benang dan Budaya” digelar di Desa Lontoi, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, pada 22–23 April 2026. Kegiatan ini menjadi upaya pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Festival yang diinisiasi generasi muda ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran kain tenun, pertunjukan seni, hingga edukasi mengenai teknik dan filosofi motif tenun khas Buton Selatan. Acara tersebut menjadi ruang ekspresi bagi para pengrajin, seniman, dan masyarakat dalam menampilkan kekayaan budaya lokal.

Pelaksanaan festival turut didukung melalui program Dana Indonesiana, yakni dana abadi kebudayaan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Program ini memberikan fasilitasi hibah bagi individu, komunitas, dan lembaga budaya untuk mendukung pemajuan kebudayaan nasional.

Koordinator kegiatan, Rizkiani, mengatakan festival ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan tenun Desa Lontoi ke masyarakat luas. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong perhatian pemerintah dalam pengembangan tenun sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini sebagai pemantik. Harapannya, ke depan tenun Desa Lontoi bisa dikembangkan lebih serius dan menjadi sektor unggulan daerah,” ujarnya, Selasa (22/4/2026).

Selain promosi, panitia juga menargetkan penyusunan katalog tenun sebagai luaran kegiatan. Katalog tersebut akan memuat sejarah serta ragam motif tenun khas Desa Lontoi sebagai upaya dokumentasi dan edukasi budaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Buton Selatan, Amir Sarlito Womal, menegaskan bahwa festival ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian seni tenun tradisional di tengah perkembangan zaman.

“Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana promosi potensi daerah. Kami berharap tenun Buton Selatan semakin dikenal luas dan mampu menjadi daya tarik wisata unggulan,” katanya.

Menurutnya, tenun bukan sekadar produk kerajinan, melainkan bagian dari identitas budaya yang sarat nilai sejarah dan filosofi. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan tradisi tersebut.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin. Festival Tenun Buton Selatan juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah. (sr)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer