BerandaDAERAHButon SelatanSekda Buton Selatan: Kopdeskel Merah Putih Hubungkan Nelayan, Petani dan Program MBG

Sekda Buton Selatan: Kopdeskel Merah Putih Hubungkan Nelayan, Petani dan Program MBG

LAMANINDO.COM, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan menjadikan Program Strategis Nasional (PSN) Gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih sebagai pusat penguatan ekonomi masyarakat sekaligus distribusi kebutuhan pokok berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Buton Selatan, La Ode Harwanto, saat mengikuti peresmian operasional 1.061 Kopdeskel Merah Putih secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026). Di Kabupaten Buton Selatan, kegiatan dipusatkan di Gerai Koperasi Merah Putih Desa Lawela.

Harwanto menegaskan, keberadaan Kopdeskel Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi sembako, tetapi juga menjadi penghubung berbagai program nasional yang terintegrasi, mulai dari ketahanan pangan, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Gerai Kopdeskel Merah Putih menjadi titik temu seluruh kebutuhan masyarakat. Di sini terhimpun hasil produksi nelayan dan petani, sekaligus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok,” kata Harwanto.

Ia mengapresiasi pemerintah pusat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Buton Selatan atas upaya menghadirkan program tersebut di daerah. Menurutnya, keberadaan Kopdeskel Merah Putih diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat dari sektor perikanan maupun pertanian.

Melalui program KNMP, lanjut Harwanto, hasil tangkapan nelayan akan dikelola secara terorganisasi, termasuk melalui dukungan fasilitas cold storage agar hasil perikanan dapat terserap optimal dan memiliki nilai tambah ekonomi.

Di sektor pertanian, Pemkab Buton Selatan juga memperkuat program ketahanan pangan melalui program cetak sawah yang menjadi bagian dari PSN. Produksi beras dari kawasan pertanian berkelanjutan nantinya akan menopang kebutuhan pangan daerah.

Menurut Harwanto, seluruh sistem tersebut akan terkoneksi langsung dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasokan bahan pangan seperti ikan dan beras akan berasal dari koperasi dan hasil produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan dapur pelayanan gizi masyarakat.

“Ini yang dimaksud terintegrasi. Dari nelayan dan petani masuk ke koperasi, kemudian disalurkan kembali untuk kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung program MBG,” ujarnya.

Selain memperkuat distribusi pangan, Pemkab Buton Selatan juga mendorong pengembangan kawasan pesisir melalui pembangunan perumahan nelayan di wilayah KNMP sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, Pemkab Buton Selatan mengusulkan pembangunan KNMP di enam kecamatan. Sejumlah lokasi disebut telah siap dari sisi lahan maupun administrasi.

“Sementara KNMP di Desa Gerak Makmur sudah rampung secara keseluruhan dan mulai beroperasi,” tambah Harwanto. (sr)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer