LAMANINDO.COM, BATAUGA – Festival Budaya Meta’ua di Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), didorong masuk kalender event daerah hingga nasional. Dorongan itu muncul setelah Tradisi Meta’ua dan Tari Fomani ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia 2025.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sultra, Ridwan Badalah mengatakan, status tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan Meta’ua sebagai atraksi wisata budaya.
Hal itu disampaikan Ridwan saat menghadiri sekaligus menyaksikan langsung pelaksanaan Ritual Meta’ua di Kecamatan Siompu, Minggu (20/9/2026).
“Sangat luar biasa. Pelestarian budaya kita harus bantu. Insyaallah Pemprov Sultra akan anggarkan untuk event Siompu Explore yang di dalamnya ada Meta’ua,” kata Ridwan kepada awak media, Minggu (20/9/2026).
Tradisi Meta’ua dan Tari Fomani sebelumnya telah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia Tahun 2025. Penetapan tersebut diumumkan pada Oktober 2025 setelah keduanya melalui proses pengusulan, verifikasi, kajian, hingga penilaian oleh tim ahli dan juri nasional.
Meta’ua merupakan tradisi masyarakat Buton di Kecamatan Siompu yang dilaksanakan melalui rangkaian prosesi adat. Dalam rangkaian tersebut terdapat sejumlah pertunjukan dan ritual budaya, termasuk Tari Fomani.
Dengan status tersebut, Ridwan menilai Festival Budaya Meta’ua memiliki dasar yang kuat untuk dikembangkan menjadi event pariwisata yang lebih besar.
Pemprov Sultra, kata dia, akan membantu pengembangan pelaksanaan festival agar ke depan dapat dikemas lebih menarik dan mampu menjangkau wisatawan dari luar daerah.
Salah satu konsep yang didorong yakni mengintegrasikan Meta’ua dalam event pariwisata Siompu Explore.
“Tahun depan kita akan bantu pelaksanaan kegiatan ini. Insyaallah akan kita dorong jadikan kalender event daerah dan nasional,” ujarnya.
Menurut Ridwan, pengembangan event budaya tersebut bukan hanya berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga upaya memperluas promosi budaya dan pariwisata Siompu serta Buton Selatan.
Diharapkan Angkat Wisata Budaya Buton Selatan
Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal, yang turut menghadiri kegiatan tersebut mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Ritual Meta’ua.
Menurut Risawal, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Saya sangat menaruh harapan kepada Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sultra untuk dapat membantu kami di Buton Selatan untuk sama-sama melestarikan adat dan budaya kita,” ujar Risawal.
Dia berharap kehadiran Dispar Sultra dalam pelaksanaan Ritual Meta’ua dapat menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan wisata budaya di Buton Selatan.
Risawal menilai Meta’ua tidak harus berhenti sebagai ritual adat tahunan. Menurutnya, tradisi tersebut dapat dikemas menjadi event budaya yang lebih menarik tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang terkandung di dalamnya.
Pengembangan serupa, kata Risawal, juga dapat dilakukan terhadap berbagai ritual adat lainnya yang ada di Buton Selatan.
“Bukan hanya untuk acara Ritual Adat Meta’ua, namun ritual lainnya dapat dikemas lebih baik sehingga dapat mendompleng promosi wisata budaya Buton Selatan ke depannya,” katanya.
Dengan dukungan Pemprov Sultra dan status Meta’ua serta Tari Fomani sebagai WBTb Indonesia, Festival Budaya Meta’ua diharapkan berkembang dari agenda budaya tahunan masyarakat Siompu menjadi event yang mampu memperkuat promosi wisata budaya Buton Selatan di tingkat daerah hingga nasional. (sr)
